Janin Hasil Hubunan Gelap Berakhir Di Pebuahan

 

 
 

Janin Hasil Hubunan Gelap Berakhir Di Pebuahan



     Persindonesia,com - JEMBRANA 13 Maret 2018 - Dua sejoli yang masih duduk di bangku sekolah salah satu SMA Negeri Jembrana Menjadi tesangka, buang orok.
     Sebelumnya tersangka bingung dan panik melihat pacarnya hamil 4 bulan, dengan berbagai cara dilakukan hingga membeli obat aborsi di internet. Tersangka I Gusti Putu A.S.K beralamat Br. Banyu biru, Ds. Banyubiru, Kec.Melaya, Kab. Jembrana Bali, Tersangka 2 bernama Ni Kadek R.H beralamat Br. Mekar, Ds. Manistutu, Kec.Melaya, Kab.Jembrana Bali. Sosok Orok ditemukan oleh seorang Nelayan.
    Dalam Press Confrence Bertempat di Polres Jembrana, Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo SIK didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai. mengatakan berawal dari Tersangka 1 dan Tersangka 2 menjalin hubungan selama setahun dari bulan Desember 2017 memang sudah biasa melakukan hubungan layaknya suami istri hingga hamilan, tersangka 1 mempunyai ide untuk menggugurkan dan disetujui oleh tersangka 2, kemudian tersangka 1 membeli obat untuk menggugurkan(internet) dengan harga Rp. 850.000.00 dan termasuk cara penggunaannya, tanggal 1 Maret 2018 pesanan obat tersebut diterima oleh tersangka 1 karena ada Ujian Praktek sekolah tersangka 1 menunda memberikan obat, pada tanggal 7 Maret 2018 tersangka menyodorkan obat kepada tersangka 2 dan langsung diminum, berselang 30 menit obat tersebut bereaksi akan tetapi janinnya belum keluar sehingga Tersangka 2 memutuskan untuk pulang kerumahnya,hingga pukul 21.30 wita tersangka 2 melahirkan janin dalam kondisi sudah meninggal dunia dikamar mandi miliknya tanpa ada yang membantu, kemudian Tersangka 2 menghubungi tersangka 1, tersangka 1 menuju rumah tersangka 2 dengan sepeda motor diantar saksi ANDRA dan PROP, tersangka 1 masih lemas dan bersandar dikamar mandi dan janin sudah meningga dibungkus dengan baju dan tas plastik, saksi menyarankan untuk menghubungi Pak mangku, mangku mengusir mereka, sehingga tersangka 1 memutuskan membuang janin tak berdosa tersebut di pantai Pebuahan,"tragis". 
     Tersangak dijerat dengan Pasal 77A UU RI NO.17 THN 2016 diancam pidana paling lama 10 tahun dan denda Rp. 1 miliar rupiah.(sbk).
 
 
 

 

 

 
Pers Indonesia