Kembang Api/Petasan/Mercon Harus Seijin Polda Bali

Kembang Api/Petasan/Mercon Harus Seijin Polda Bali


 2012 / persindonesia.com
 
  DENPASAR BALI - Menjelang perayaan tahun baru polsda Bali mengeluarkan kebijakan untuk melarang penjalan dan pengguaan petasan saat malam pergantian tahun baru,tak hanya kembang api dan petasan peredarannya dibatasi dan harus memenuhi syarat ukuran yang telah ditetapkan.



   Jenis kembang api yang dilarang beredar maupu dinyalakan yakni bunga api yang berukuran lebih dari dua inci hingga delapan inci,bunga api/kembanmg api ukuran tersebut harus memiliki ijin pembelian dan penggunan yang diterbikan oleh Mabes Polri Cq Baintelkam untuk kepentingan pertunjukan,yang bsa digunakan oleh masyarakat dengan ukuran dua inci ke bawah,jelas Kabid Humas Polda Bali , Kombes Pol. Drs.Hariadi,SH,di mapolda Bali,Senin 5/12.


     Peraturan tersebut sesuai dengan UU Bunga Api/petasan 1932(LN1932 No;143 terakhir dirubah dengan LN 1933 No 9).
Tak hanya mengeluarkan himbauan , Polda Bali juga akan melakukan pengawasan ketat di lapangan sebagai langkah antisipasi.
Jika masih ada yang nekad menjual atau menyalakan kembang api di luar kebijakan tersebut,polda Bali akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Pasal 12 UU bunga api 1932(LN.1932 No;143 terakhir dirubah dengan LN 1933 No;9) ancaman pidana maksimal 3 bulan penjara.



.
    Disita ribuan kembang api yang terbungkus dalam 24 dus besar , milik MG , took Gogo Toys,alamat jalan Gunung Agung 99 Denpasar Barat , MG tidak memiliki ijin penjualan Bunga api .
24 dus kembang api tersebut kini diamankan di Polda Bali sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut,ditanggani selku penyidik oleh Kasubdit Dit Reskrimum ; Drs I Ketut Arta,SH.

Pelayanan informasi Polda Bali tlp ; 0361 243500.

(RED/Bali)





Back To Beranda / Halaman Depan.


Redaksi. | Disclamer
persindonesia.com
Dalam melaksanakan tugas peliputan berita , wartawan Pers Indonesia Online dibekali kartu pers dengan nama tertulis dan tercantum pada kolom redaksi , apabila ada penyimpangan mohon segera hubungi redaksi. # .Pers Indonesia Online siap menerima kritik dan saran melalui forum pembaca.