Kementrian PUPR Bangun IPAL Di Dauh Pala Tabanan Bali

 

 
 

Kementrian PUPR Bangun IPAL Di Dauh Pala Tabanan Bali

  
     PERSINDO(Tabanan) - Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Direktorat  Jendral Cipta Karya  melalui Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman Provinsi Bali, melaksanakan pembangunan IPAL(Instalasi Pengolahan Limbah) di wilayah Kabupaten Tabanan, tepatnya di Banjar Dauh Pala, sesuai dengan yang tertera di papan pengumuman proyek, menggunakan sumber dana APBN Tahun anggaran 2017, dengan waktu pelaksanaan kerja selama 270 hari kalender, dilaksanakan oleh Kontraktor PT Indopenta Bumi Permai asal Surabaya.
     Rombongan Tim PUPR Provinsi Bali dan Tim pemantau, memantau pengerjaan IPAL di Banjar Dauh Pala Desa Dauh Peken Tabanan (12 Juli 2017).
    Program sanitasi di Tabanan ini mencangkup dua Desa, lima Banjar, yakni Desa Dangin Peken dan Desa Dauh Peken,dan  Banjar Dauh Pala mendapatkan kuota yang paling besar, disamping Banjar-Banjar yang lain diantaranya Tegal Baleran, Jambe Baleran dan Banjar Dauh Peken.
     Sesuai dengan permintaan awal melalui usulan-usulan Kabupaten, ada peryataratan yang harus dipenuhi diantaranya sanggup mengelola sendiri, disiapkan lahan. Ketentuan sanggup mengelola dalam hal ini di Kab.Tabanan yang ditunjuk adalah UPT Limbah Kabupaten Tabanan, kemudian siapapun yang mendapat SP(sambungan pelanggan) akan dimusyawarahkan. Hal tersebut telah dijelaskan kepada masyarakat dimasing-masing banjar saat sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya.
   Pembangunan Ipal ini, menurut Ida Bagus Lanang Suardana ketika meninjau proyek bersama tim Pemantau, dipaparkan, berangkat dari Dokumen SSK, yang telah tersusun oleh kabupaten Tabanan, disana terlihat bahwa, zona di Desa Dauh Peken dan Dangin Peken, khususnya di Desa Dauh Pala ini di dalam dokumen itu terklasifikasikan dengan warna merah, dalam artian pengelolaan sanitasinya buruk,, sehingga oleh Kabupaten Tabanan diusulkan ke Kami di Direktorat Jendral Ciptakarya Kementrian PUPR, menanggapi sanitasinya harus dikelola dengan baik, salah satunya dengan Ipal Kawasan di Banjar Dauh Pala ini, hal tersebut sebagai dasar pembangunan Ipal ini.
   Didalam usulan desain target yang disasar oleh bangunan ini akan mampu menampung sebanyak 409 sambungan pelanggan rata-rata berkapasitas 390 Meterkubik per hari.  Berkaitan denga ini Kab.Tabanan khususnya di Desa Dauh Peken dan Dangin Peken termasuk zona masyarakat berpenghasilan rendah, maka kami dari Kementrian PUPR melalui Dana APBN boleh membantu memasukkan lingkup sambungan-sambungan pelanggan hingga 50%, menimang targetnya SP(sambungan pelanggan) 400, maka kami akan bantu di dalam lingkup ini hingga 200 SP dan sisanya itu merupakan kewajiban dari Pemda.
   Sementara Tim Pemantau yang ikut dalam rombongan tersebut,Pak Heri menambahkan,
Kita memastikan bahhwa tahapan daripada kegiatan ini sudah sesuai dengan prosedur atau ketentuan yang ada, kita memastikan bahwa tidak ada kendala. Kegiatan ini yang tentu berdampak kepada masyarakat luas, dibutuhkan oleh masyarakat luas untuk kesejahteraan tentunya juga akan merubah pradigma masyarakat,  jika sanitasinya kurang bagus,jambannya kurang bagus, dan kini mereka memperoleh bantuan fasilitas pengelolaan sanitasi sehingga menjadi bagus sehat. Pradigma pentingnya kebersihan dalam kehidupan untuk kesehatan masyarakat.
   Pemerintah tentunya akan memikirkan kedepan bahwa ini merupakan salah satu bagian dari menaikkan taraf hidup masyarakat yang sehat dan bersih, tentunya akan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Bisa juga Pemda akan mencontoh hal ini sehingga pembangunan bisa berkesinambungan, terang Pak Heri dengan mantap.
    Setelah pekerjaan dinyatakan kelar 100 persen dilakukan Serah Terima Pertama atau Provisional Hand Over (PHO). Dan Jaminan Masa Pemeliharaan atau Extended Warranty Period selama 365 hari oleh Kontraktor Pelaksana.
 (Gs karang)

 
 
 

 

 

 
Pers Indonesia