Khitan/Sunat Untuk Kaum Hawa

Khitan/Sunat Untuk Kaum Hawa


 2012 / persindonesia.com
 
   Praktek sunat perempuan menjadi ritual yang umum dilarang dan ilegal di negara Barat karena disertai dengan perlukaan dan pemotongan bagian kelamin yang umumnya dilakukan dengan alasan 'untuk mengendalikan syahwat seksual' pemiliknya.
Di Mesir praktek ini baru dilarang tahun 2008 setelah muncul kasus tewasnya anak perempuan yang dikhitan dengan mutilasi. Di negeri piramida itu, sembilan dari sepuluh anak perempuan dilaporkan menjalani sunat.
Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboy menegaskan bahwa pemerintah Indonesia keberatan dengan praktek sunat perempuan atau female genital mutilation (FGM).


 "Secara prinsip, jelas kami keberatan dengan FGM. Itu tidak bisa diterima," kata Nafsiah.
Nafsiah menyatakan hal ini terkait laporan di surat kabar Inggris, The Guardian, edisi 18 November 2012, yang menyebutkan sunat dengan melukai alat kelamin anak perempuan, umum dipraktekkan.   Dipaparkan bahwa pada suatu hari tahun 2006, di Bandung, 246 anak perempuan disunat , sunat perempuan makin banyak dipraktekkan dalam beberapa tahun setelah keluar peraturan Menteri Kesehatan tahun 2010 tentang panduan sunat perempuan,ujarnya.




Nafsiah menyatakan menurut beberapa penelitian sunat perempuan di Indonesia tidak benar-benar memotong alat kelamin.
"Lebih banyak simbolis. Ada yang diletakkan di pisau atau yang cuma menggores. Sepanjang pengetahuan kami, tidak ada yang betul-betul menyunat alat kelamin perempuan," kata Nafsiah.
Tentang peraturan menteri soal sunat perempuan, Nafsiah menjelaskan bahwa tadinya Menteri Kesehatan tidak ingin ada praktek sunat perempuan, seperti tercantum dalam keputusan tahun 2007.
Tapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak setuju pelarangan sama sekali sunat perempuan.
Akhirnya dikeluarkan perangkat peraturan dikeluarkan untuk mencegah pendarahan atau infeksi.
"Yang penting bagi Menkes, jangan sampai ada dampak buruk dari sunat perempuan, baik yang dilakukan berdasar agama maupun adat kebiasaan," jelas Nafsiah. (ZZ)





Back To Beranda / Halaman Depan.


Redaksi. | Disclamer
persindonesia.com
Dalam melaksanakan tugas peliputan berita , wartawan Pers Indonesia Online dibekali kartu pers dengan nama tertulis dan tercantum pada kolom redaksi , apabila ada penyimpangan mohon segera hubungi redaksi. # .Pers Indonesia Online siap menerima kritik dan saran melalui forum pembaca.