Kodim Bangli Gelar Sosialisasi Balatkom Dan Paham Radikal

 

 
 

Kodim Bangli Gelar Sosialisasi Balatkom Dan Paham Radikal


     Pers Indonesia (Bangli) Guna menangkal berkembangnya paham komunis dan radikal, Kodim 1626/Bangli melaksanakan kegiatan Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Senin (19/11).

     Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Makodim 1626/ Bangli itu dibuka oleh Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto M.Sc., dihadiri oleh Kasdim 1626/Bangli, Para Danramil Jajaran, Para Pasi Kodim 1626/Bangli serta Personel TNI dan PNS dan Keluarga Besar Tentara (Persit) Kodim 1626/Bangli.

    Dalam arahnya Dandim  menyampaikan bahwa Partai Komunis  Indonesia (PKI) secara resmi dibubarkan dan dilarang keberadaannya di negara kita, karena bertentangan dengan ajaran agama dan Ideologi Pancasila, juga telah melakukan berbagai penghianatan dan pemberontakan untuk merebut kekuasaan.
"Namun dalam perjalanan waktu hingga saat ini, ternyata paham Komunis masih hidup di tengah-tengah masyarakat kita dan terus menggalang kekuatan untuk kembali bisa melakukan aktifitas secara nyata," lanjutnya.

    Para kader dan simpatisannya terus berupaya dengan berbagai cara agar paham Komunis bisa kembali diterima sebagai ideologi terbuka. Salah satu caranya adalah dengan adanya niatan untuk mencabut Tap MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang larangan paham Komunis di Indonesia.

   Lebih lanjut Dandim  mengatakan, bahwa Komunis itu tidak akan pernah mati, akan tetapi hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru.

   Penyelenggara kegiatan Pasiter Kodim 1626/Bangli Kapten Chb Komang Gita menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan merupakan program satuan untuk mengingatkan ke anggota tentang Bahaya Laten Komunis. 
"Kita  perlu waspada terhadap Komunis", ungkapnya.

   Untuk itu kita harus dapat menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan Komunis gaya baru, karena  Komunis sangat bertentangan dengan Idiologi Negara yaitu Pancasila.
(Pendam)
 
 
 

 

 

 
Pers Indonesia