Mahasiswa Jepang Kunjungi Stikom Bali

    Persindonesia.com (Denpasar) -
Mahasiswa asal Negara Matahari Terbit melakukan kunjungan ke berbagai tempat di Bali, sekaligus bertemu dengan Asisten II Pemprov Bali yang mewakili Gubernur Made Mangku Pastika.

Konsulat Jenderal Jepang di Bali, Hirohisa Chiba mengatakan, program pertukaran pelajar Jepang diinisiasi oleh Shinzo Abe sejak pertama kali menjadi mantan PM Jepang sekitar 10 tahun lalu.

“Di Asia Tenggara salah satunya melakukan pertukaran pelajar Indonesia dan tahun ini kami mengirimkan 19 orang mahasiswa Jepang untuk belajar budaya Bali,” jelas Hirohisa Chiba di aula STIKOM Bali, Kamis, 1 Februari 2018.

Melalui program pertukaran pelajar itu, diharapkan akan semakin mempererat hubungan kerjasama antara Jepang-Indonesia. Selama berada di Bali, mahasiswa Jepang berbaur di tengah-tengah masyarakat melalui program homestay yang secara langsung melihat aktifitas masyarakat Hindu Bali.

“Atas dukungan ini akan dilanjutkan setelah mereka kembali ke Jepang,” jelas Hirohisa Chiba.

Sementara, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, I Made Bandem mengatakan, Jepang sebagai negara maju di bidang teknologi menjadi mitra strategis bagi STIKOM Bali untuk pengembangan institusi pendidikan dibawah bendera Yayasan Widya Dharma Shanti.

“STIKOM Bali melalui Pak Dadang Hermawan sudah melakukan kerjasama dengan universitas di Jepang sejak 5 tahun yang lalu,” jelas Made Bandem.

Dikatakan Made Bandem, selain kerjasama di bidang IT, di STIKOM Bali juga terdapat Unit Kerja Mahasiswa (UKM) yang mempelajari kebudayaan dan Bahasa Jepang. Dari situlah, komunitas antar mahasiswa dari institusi pendidikan terbentuk.

Hubungan kerjasama mahasiswa itu akan dipererat dengan workshop dengan masing-masing lembaga akan memberikan presentasi terkait budaya dari masing-masing negara, terutama budaya dari Bali.

“Mereka nanti akan saling memberikan workshop,” jelas Made Bandem. //tim.