Menristek RI Kunjungi Stikom Bali

Menristek RI Kunjungi Stikom Bali


    Persindonesia.com (Denpasar)- Masuknya Perguruan Tinggi (PT) Asing di era globalisasi khususnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) suka atau tidak suka, mau atau tidak mau harus kita terima. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi fenomena tersebut dengan cara yang bijaksana.

    Namun pemerintah, dalam hal ini Kantor Kementerian Riset dan Teknologi berupaya mengaturnya. “Kita harus seleksi PT Asing yang mau didirikan di Indonesia. Seleksi ini diterapkan untuk menghindari masuknya PT yang ecek-ecek. Jangan sampai kita terima sampah disini yang menjadikan negara kita menjadi mundur dalam pendidikan,”ujar Menristek Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak, pada saat kunjungannya ke Stikom Bali pada Jumat (2/2/2018). 
Diingatkannya bahwa masuknya PT Asing jangan terlalu dirisaukan,”malahan memberi keuntungan bagi pendidikan di tanah air khususnya bagi generasi muda bangsa kita,”ungkapnya.

    Di Stikom Bali, Menristek RI Mohamad Nasir memberi kuliah umum di aula serba guna lt 3 Gedung Stikom Bali. Kuliah umum ini dengan thema “Membangun Star Up Menuju Revolusi Industri”.

Terkait Stikom Bali, Menristek mengatakan,” ini saya datang ke suatu kampus yang telah melaksanakan pembelajaran tentang teknologi komputer. Dimana, ilmu komputer sangat memainkan peranannya. Saya sangat apresiasi dengan prodi yang berkaitan dengan komputer, karena ke depan kita akan memasuki generasi “the 4th industrial” atau generasi industri” keempat,”ungkapnya.

Dikatakan, di era atau generasi ke-empat ini, kita mestinya lebih siap. Salah satunya melalui pendidikan yang mengarah kepada program studi berbasiskan komputer seperti prodi yang ada di Stikom Bali. “Kan sekarang anak-anak Indonesia sudah menggunakan Handphone yang bisa dihubungkan dengan komputer,”jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, Ak, menghaturkan ucapan terimakasih atas kunjungan Menristek  ke kampus ini.
“Atas nama Civitas Akademika Stikom Bali, kami mengucapkan terimakasih atas kunjungan bapak Menteri ke Stikom,” sembari menambahkan bahwa,”Stikom Bali dari tahun ke tahun jumlah “student body”nya terus meningkat secara sangat signifikan, dimana jumlah mahasiswanya sekarang mencapai 5237 orang,”jelasnya.

Stikom Bali juga memiliki 600 unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang kalau dihitung setiap hari rata-rata ada 2 jenis kegitan. Dari semua kegiatan tersebut dijadikan pembelajaran bagi para mahasiswa selain untuk lebih meningkatkan kecakapannya juga sebagai bentuk implementasi bagi ilmu yang mereka dapatkan dari dosennya,”terangnya.

Selain itu menurut Dadang Hermawan, “sejak 11 tahun silam Stikom Bali telah menerapkan sertifikasi penjamin mutu dari lembaga terpercaya berupa ISO.

    Kunjungan Menristek kali ini didampingi Ketua Kopertis Wilayah VIII Bali/Nusra Prof. Dr. Dasi Astawa, sedangkan dari Stikom ada Ketua Yayasan Prof. Dr. Made Bandem, MA. (Rils).

Pers Indonesia