Oknum Dinas Nakertran Tilep Dana Santunan Kematian

 

 
 

Oknum Dinas Nakertran Tilep Dana Santunan Kematian


    Petsindonesia.com - Menindak lanjuti Kasus Korupsi dari Tahun 2016 di Dinas Kesejahteraan Sosial tentang dana santunan kematian bagi tenaga Transmigrasi Kabupaten Jembrana yang berkartu tanda Penduduk Kabupaten Jembrana dengan tersangka I.S beralamat Lingkungan Terusan, kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, dan sejak bulan Januari 2014 tinggal di jalan Seruni No.33, Kel. Baler Bale Agung Kec. Negara Kab.Jembrana.  
     Tersangka adalah pegawai Dinas Kesejahteraan Sosial, diduga melakukan tindak pidana korupsi penggelapan dana santunan kematian  diduga ada penyinpangan sekitar 3.6 M total kerugian Negara berkisar 400juta.
   BMenurut Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo S.I.K dalam Press Confrence tersangka yang bekerja di Dinas Kesejahteraan Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi diduga telah melakukan penyimpangan yang di lakukan oleh tersangka I.S.N bertugas menerima dan memverifikasi bekas santunan kematian dengan tidak melakukan verifikasi dokumen sebanyak 301 berkas pengajuan yang di rekayasa, sesuai peraturan Bupati Jembrana Nomor 1 tahun 2014 tertanggal 2 Januari 2014 dimana diatur setiap warga  Kabupaten Jembrana yang memiliki Kartu Tanda Penduduk ( KTP) berhak mengajukan dana santunan kematian sebesar Rp 1.500.000.00.
   Tersangka I.S.N dan orang yang melakukan pengajuan santunan sebanyak 6 orang masih dalam proses pendalaman. setelah dana santunan kematian tersebut cair dimana tidak di serahkan kepada ahli waris melainkan dibagi-bagi dengan berpariasi oleh tersangka sehingga kerugian negara mencapai 400 juta rupiah dan Pasal kenakan Pasal 2 ayat (1) subsider pasar 3 Yo Pasal 55 ayat (1) ke KUHP Yo pasal 64 KUHP tentang korupsi diancam penjara seumur hidup dan denda 1.000.000.000.00. (Sbk/bem/tim).
 
 
 

 

 

 
Pers Indonesia