Proyek Lanjutan Optimalisasi TPA Linggasana

Proyek Lanjutan Optimalisasi TPA Linggasana



    PERSINDONESIA.COM(Karangasem) - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan penanganan sampah serta limbah di berbagai wilayah. Salah satunya, proyek Optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Linggasana, yang berlokasi di Kelurahan Lingga Buana, Kecamatan Bebanden, Kabupaten Karangasem, sebagai lanjutan pembangunan TPA pada 2016 silam.
    Proyek ini bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] dalam  mencapai target Rencana Strategis 2015 – 2019, melalui Program 100-0-100. Yakni target 100 % Akse Air Minum, 0% Kawasan Permukiman Kumuh dan 100% Akses Sanitasi Layak.
     Proyek ini untuk penanganan sampah atau limbah ini dalam kewenangan Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (Satker PSPLP) Provinsi Bali, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
    Kegiatan ini digelontor dana sebesar Rp. 4.800.080.000,- yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) T.A. 2017. Dengan nomor kontrak : KU.03.03.PSPLP-BALI/PSPLP-II/KJA/2017.16. Durasi pekerjaan fisik ini berjalan selama 240 hari kalender, kegiatan dimulai sejak 1 Maret dan berakhir pada 16 November 2017 mendatang.
    Pelaksana Proyek, Budi, didampingi rekannya, Ganda, ketika dikonfirmasi beberapa awak media di lokasi proyek, Senin (29/5) memaparkan, item pekerjaan yang ditanganinya meliputi, 1. Pembangunan Ruang Regristrasi dan Jembatan Timbang, 2. Pagar, 3. Parkir, 4. Pos Jaga, dan 5. Pembuatan Dinding Penahan/Senderan. Progres pekerjaan telah mencapai 30 persen lebih dengan melibatkan tenaga kerja sebanyak 36 pekerja dan akan ditambah seusai lebaran sesuai kebutuhan.
    “ Kendalanya di awal – awal pengerjaan berupa cuaca yang kadang tidak menentu terutama hujan. Karena ada kegiatan yang tidak bisa dilakukan pada saat hujan, tapi bisa kami atasi. Walaupun begitu, soal progres pekerjaan bisa kami penuhi. Ya mudah – mudahan untuk selanjutnya cuaca cukup membantu mas,” harap Budi asal Malang, Jawa Timur ini sambil diamini rekannya, Ganda.
    Disampaikan juga, bahwa kualitas hasil pekerjaan tetap menjadi prioritas. Pun demikian juga dengan penyelesaian proyek, pihaknya berusaha keras agar pekerjaan selesai tepat waktu atau tidak molor sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
    Setelah pekerjaan dinyatakan kelar 100 persen, secara periodik dilakukan Serah Terima Pertama (PHO), selanjutnya dilakukan Jaminan Masa Pemeliharaan atau Extended Warranty Period selama 180 hari kalender oleh Kontraktor Pelaksana.
    Proyek yang saat ini masih dalam proses pengerjaan ini dikerjakan Kontraktor Pelaksana PT. Kusuma Jaya Abadi Construction.(SAM).

Pers Indonesia