Sukses & Penuh Harap, Konkernas V PGRI Batam


    Persindonesia.com - Konkernas PGRI ke V Di Batam Kepulauan Riau telah usai, Mendagri  Tjahjo Kumolo,SH.,hadir sekaligus mewakili Pemerintah RI.
Konkernas yang dilangsungkan selama dua hari tersebut menghasilkan beberapa pokok yang dewasa ini selalu senter dikumandangkan baik Di Bali maupun di luar Bali.   Perjuangan tiada henti untuk meningkatkan marwah guru, profesi yang perlu diperhatikan oleh pemerintah disampaikan oleh Ketua Umum PB PGRI (Bunda Unifah) pada acara Konkernas PGRI di Batam tgl 2 Februari 2018.
Pengangkatan guru honorer menjadi PNS, kesejahteraan guru, perlindungan guru, permasalahan guru DPK, menumpuknya administrasi beban yang harus dikerjakan oleh guru dan lain-lain.

    Beberapa hal penting yang disampaikan Mendikbud menanggapi tuntutan PGRI dalam Konkernas V PGRI di Batam: 1. Pemerintah akan mengangkat Guru PNS secara bertahap dengan rumus jumlah pensiun + 50 % kurang lebih 100.000 s.d 150.000 guru per tahun. 2. Kewajiban Guru tetap 24 jam perminggu  tetapi bukan hanya tatap muka mengajar, melainkan juga mendidik yang di kompensasi/dihitung  tatap. 3. Tunjangan Profesi tidak dipotong apabila guru ijin sakit hingga 14 hari. 4. Kep Sek.dan Pengawas Sekolah, tidak ada kewajiban NUKS/NUPKS, tidak wajib Workshop,  TPG nya tidak akan dihentikan diganti dengan TUKIN, Justru tunjangan kepala Sekolah sebagai manajer ditingkatkan, bahkan mohon dukungan agar Kepala Sekolah menjadi pegawai pusat. 5. SIM PKB hanya untuk pendataan anggota KKG,MGMP, KKS,  tidak ada hubungannya dengan TPG. 
6.  Mendikbud sangat prihatin atas meninggalnya Guru honorer Ahmad Budi Cahyono, saat ini sedang di investigasi dan menyerahkan secara hukum kepada polisi. Mendikbud sedang mempertimbangkan untuk kemungkinan mengangkat  PNS istimewa/seperti anumerta, menjamin pendidikan anaknya, (PGRI Mengawal).
 (Gus Pang)