Difabel Buktikan Kekurangan Tak Menghalangi Menjadi Tour Leader

    0
    520

    Surabaya, persindonesia.com – keterbatasan dalam fisik, bukanlah penghalang bagi seseorang untuk memiliki sebuah impian. Bagi seorang difabel Tuna rungu dan wicara Zainul Kirom, menjadi seorang Tour leader adalah keinginannya meski fisiknya tidak sempurna, namun dia memiliki semangat dan rasa percaya diri yang sangat besar.Rabu (17/6/2020)

    Keterbatasan ini tidak membuat dia malu dalam melayani wisatawan yang menggunakan jasa dirinya.”Saya melihat dan belajar dari teman-teman bagaimana mereka menyambut dan melayani tamu. Saya ingin menjadi orang sukses di travel” ujar pria kelahiran tahun 1975.

    Setelah bekerja selama kurang lebih 16 tahun di travel dan 4 tahun menjadi Tour Leader, pria yang suka membantu wisatawan ini mengatakan,”saya tidak mendengar dan susah berbicara, tapi saya hormat kepada tamu dan selalu meminta maaf dengan kondisi saya. Saya tidak pernah malu. 2 tahun saya belajar agar bisa menjadi seorang Tour Leader.”ungkap alumni SLB di Wonokromo ini.

    Di Masa pandemi Covid-19 ini, Pria yang menikahi seorang istri tuna rungu hidup bersama kedua orang tuanya di jalan krukah selatan XIV A no 15 Kelurahan Ngagelrejo, kecamatan Wonokromo Surabaya, tetap menjalankan usaha travelnya dengan penuh semangat.(Div)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here