Dandim 0822 Rakor Dengan Forkompimda Bondowoso Terkait Kebijakan Keamanan New Normal

    0
    99

    BONDOWOSO, persindonesia – Rapat Koordinasi terkait dengan kebijakan Era New Normal Pusat dan Daerah Forkopimda Kab. Bondowoso dengan para tokoh agama dalam rangka pembahasan rencana kebijakan pemerintah daerah Kab. Bondowoso dalam menerapkan protokol kesehatan menghadapi New Normal bertempat di ruang Pingitan Pendopo Bupati Bondowoso, Jumat (19/6).

    Sebelum kegiatan dimulai seluruh peserta Rakor melaksanakan Rapid Test yang diselenggarakan oleh Dinkes Kab. Bondowoso.

    Hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin, Wakil Bupati Bondowoso H. Irwan Bachtiar Rachmat, SE. M.Si, Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Jadi, S.I.P, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si, Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Sekda Kab. Bondowoso H Saifullah S.E., M.Si, Asisten 1 Pemkab. Bondowoso Drs. H. Harimas M.Si, Ketua PCNU Bondowoso KH. Qodir Syam, Mewakili H. Malik Ketua, Muhammadiyah Kab. Bondowoso, Ketua Bamag Bondowoso Pendeta Robert Ganda MTh., Sekretaris MUI Kab. Bondowoso Dr H. Munawir, Kadinkes Bondowoso Dr.H. Muhammad Imron, M.Kes, dan Ketua Dewan Masjid Bondowoso KH. Abdurahman Ilyas, serta Direktur RSU Koesnaedi Bondowoso, dr. Yus Priatna A. Sp. P.

    Acara Rakor dengan mendapatkan kesempatan yang dibacakan oleh Bupati Bondowoso dengan mengatakan, “Dalam kesempatan ini kita akan merumuskan suatu kebijakan terkait kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan ditengah-tengah pandemi virus Covid-19, namun demikian disisi lain kehidupan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan diharapkan terus berjalan secara berimbang dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

    Latar belakang dari kegiatan ini sebagai berikut:

    1) Bahwa kepastian berakhirnya bencana nasional pandemi Covid-19 belum dapat dispastikan. Bahwa Pemerintah daerah berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur termasuk dalam menfasilitasi aktifitas masyarakat baik dalam kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, perekonomian, pariwisata, dan kegiatan keolahragaan.

    Bahwa atas dasar pertimbangan sebagaimana tersebut di atas dan dalam rangka memfasilitasi kebutuhan masyarakat maka pemerintah daerah perlu menetapkan kebijakan terhadap aktifitas masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas umum dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    Rencana kebijakan daerah sbb:
    Bidang keagamaan* meliputi. Protokol kesehatan pelaksanaan ibadah pada rumah ibadah, Protokol kesehatan perayaan keagamaan, Protokol kesehatan pelaksanaan pendidikan pada pondok pesantren.

    Bidang sosial kemasyarakatan, meliputi: Protokol pelaksanaan pernikahan, haul, khitanan, tahlilan, dan kegiatan sosial lainnya. Protokol kesehatan kegiatan lomba skala kecil.

    Bidang ekonomi perdagangan dan industri sbb: Protokol kesehatan aktifitas pasar rakyat,Protokol kesehatan aktifitas pasar pertokoan dan pasar modern (tolong sesuaikan dengan yg Diskoperindag), Protokol kesehatan aktifitas pasar hewan, Protokol kesehatan aktifitas pedagang kaki lima (PKL), Protokol kesehatan aktifitas industri. Protokol kesehatan dan Protokol Pariwisata.

    Di kesempatan yang sama Dandim Letkol Inf Jadi, S.I.P., menyampaikan, “Kita sudah bisa meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama dalam merumuskan kebijakan menghadapi New Normal demi keselamatan rakyat.

    ” Yang perlu kita samakan dalam diskusi malam ini adalah kesamaan persepsi bagaimana kita melaksanakan kegiatan, khususnya kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial lainnya yang sesuai dengan protokol kesehatan. Hasil dari kebijakan bersama ini akan kita sosialisasikan kepada masyarakat, sehingga semua elemen masyarakat dari tingkat kota, kecamatan dan desa bisa memahami, menerima dan biasa melaksanakan. Yang tidak kalah pentingnya adalah perlu diperhatikan isu-isu yang besifat sensitif terhadap pelaksanaan kegiatan ibadah dan diwaspadai berita provokasi dalam menghadapi new normal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang tujuanya memperkeruh situasi sehingga dapat menimbulkan perpecahan antar masyarakat.

    Keluarga boleh melihat jenazah Covid 19 dengan protokol kesehatan. Musholla yang lumayan besar bisa digunakan untuk pelaksanaan sholat Jumat dan sesuai protokol kesehatan. Tata cara pelaksanaan ibadah di gereja sebisanya dilaksanakan secara bertahap,” pungkasnya (Prayetno)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here