Kedatangan Bertambah, PMI di Karantina Sebanyak 113 Orang. Selama Karantina 1 Orang Reaktif 15 Orang Positif

    0
    244

    Ket. Poto ke PMI yang baru datang di data oleh Satgas Covid-19 Kab. Jembrana

    Jembrana, Persindonesia.com – Kab. Jembrana kembali kedatangan PMI asal Jembrana yang baru datang dari luar negeri. Teranyar, sudah datang sebanyak 44 PMI untuk menjalani karantina dihotel-hotel yang telah disiapkan Gugus Tugas Jembrana. “Tadi pagi sudah datang sembilan orang PMI langsung jalani karantina di Hotel Bali Sunset dan Hapel di Desa Baluk. Sebelumnya, Sabtu malam masuk sebanyak 35 orang . Saat ini gugus tugas menyiapkan enam lokasi hotel sebagai lokasi karantina, “ terang Jubir Gugus Tugas Covid-19 Jembrana , dr I Gusti Agung Putu Arisantha, MPH, dalam keterangan persnya Minggu ( 21/6).

    Dengan demikian , total sebanyak 588 orang warga PMI asal Jembrana sudah pulang dan menjalani karantina. Sebanyak 459 orang sudah menyelesaikan masa karantinanya. Sedangkan jumlah PMI saat ini yang masih menjalani karantina 113 orang . Mereka tersebar di Hotel Jimbarwana, Hotel Jati, Hotel Bali Kuwi, Hotel Ratu, Bali Sunset serta Hotel Hapel.

    “Selama masa karantina, selain pemeriksaan kesehatan, kita juga adakan swab test untuk menentukan status akhir masing-masing PMI selama karantina dilaksanakan. Kita sudah lakukan swab test sebanyak 286 orang. Hasilnya, hingga hari ini, 15 orang warga PMI, peserta karantina hotel itu dinyatakan positif. Sedangkan satu orang reaktif rapid test dan hasil test swabnya juga kembali positif, “ terang Arisantha.

    Terkait update Covid-19 di Jembrana , Arisantha menjelaskan hingga hari ini , jumlah pasien terkonformasi positif covid-19 di Jembrana sebanyak 31 orang . Sebanyak 24 orang sudah dinyatakan sembuh. “Kemarin, ada penambahan pasien positif covid satu orang lagi. Pasien ini profesinya sopir asal Desa Tegal Badeng Timur. Terkonfirmasi reaktif dari rapid test di pos pemeriksaan Gilimanuk tanggal 16 juni lalu dari perjalanan menuju Bali usai datang dari Jawa Timur. Kemudian , ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab, hasilnya keluar kemarin dinyatakan positif. Saat ini, pasien sedang menjalani perawatan di RSU Negara, “ papar Arisantha.

    Kemudian , Arisantha juga menambahkan hari ini juga RSU Negara kembali memulangkan tiga orang pelaku perjalanan reaktif berdasarkan pemeriksaan rapid test. Mereka dipulangkan dari hasil swab negatif 2 kali . “Hingga hari ini, RSU Negara tinggal merawat 5 orang , seluruhnya merupakan pasien positif covid-19. Mereka ini dua dari warga PMI, 2 transmisi lokal dan 1 orang transmisi luar daerah. Sisanya dua orang lagi warga Jembrana positif covid dirawat di RS PTN Unud dan Bapelkesmas Denpasar, “ jelasnya.

    Dengan masih tingginya kasus transmisi lokal baik di Jawa Timur maupun di Provinsi Bali, Arisantha kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada. Artinya kasus transmisi lokal membuat siapapun bisa terinfeksi.
    “ Harus terus waspada, utamanya dalam menscreening pendatang yang masuk. Warga datang itu harus ditanya dengan ketat, riwayat perjalanannya, hingga keluhan kesehatan bila ada. Mulai dari keluarga sebagai kerabat atau kontak terdekat. Termasuk juga oleh satgas gotong royong yang ada dimasing-masing desa / kelurahan,” jelasnya.

    Mencegah meluasnya transmisi lokal di Jembrana, pihak gugus tugas dikatakannya selama ini secara instens selalu melakukan tracing maupun menemukan kluster dari kasus per kasus. “ Kita optimalkan proses tracing, pemetaan kontak,baik itu dari kontak terdekat sampai kontak jauh. Termasuk bila ada kluster baru harus secepatnya dicari darimana sumber penularannya . Hingga bisa dicegah meluasnya kasus baru dari transmisi lokal ini,” tutup Arisantha. (Sub/Abhi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here