Rapat Evaluasi Menuju New Normal Surabaya

0
14

Persindo Surabaya Minggu 21 Juni 2020 – Dilaksanakan kegiatan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Masa Transisi menuju New Normal di Wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik sampai dengan Tanggal 21 Juni 2020, dihadiri sekitar 35 orang dari ketua dan koordinator Gugus Tugas Covid-19 di pimpin oleh Irjendpol M. Fadil Imran (Kapolda Jatim).

Dilaksanakan dalam Rangka penanggulangan Covid-19 di Wilayah Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo dan Kab. Gresik.

Hadir dalam rapat tersebut antara lain : Ibu Khofifah Indar Parawansa ( Gubernur Jawa Timur) ,Bpk. Emil Elistianto Dardak (Wagub Jatim), Mayjen TNI Widodo Iryansyah (Pangdam V Brawijaya), Irjen Pol M Fadil Imran (Kapolda Jatim), Brigjen TNI Syafei Kusno (Ka Binda Jawa Timur), Dengan Rangkaian kegiatan sebagai berikut : Rapat evaluasi dimulai dengan diawali dengan doa.

Sambutan Irjen Pol M. Fadil Imran (Kapolda Jawa Timur), yang intinya : Ucapan terimakasih kepada Kabinda Jatim, Bupati Gresik, Bupati Sidoarjo dan Walikota serta semua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan New Normal di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Yang dibahas dalam Rapat evaluasi ; Pelaksanaan masa transisi menuju new normal dilakukan di Polda Jawa Timur, agar bisa lebih santai dalam membicarakan untuk mencari solusi dimasa transisi, karena saat ini seperti yang kita ketahui bersama, Surabaya masih tertinggi kasus Covid-19, termasuk Sidoarjo dan Gresik. Dimana situasi saat ini di tiga wilayah khususnya terus terjadi penambahan kasus Covid-19.

Secara umum di tiga wilayah tersebut masih dalam zona merah dan masih tinggi sebaran Covid-19. Hal tersebut juga telah disampaikan BIN dengan hasil Rapid Test menunjukkan hasil reaktif dan Swab yang cukup tinggi khususnya di Kota Surabaya.

Beberapa pesantren sudah melakukan aktifitas sehingga harus dilakukan pengawasan. Sementara terkait penerapan PSBB kembali, saat ini Kondisi masyarakat secara psikologis pada dasarnya belum siap jika kembali dilakukan penerapan PSBB.

Berdasrkan survey, bahwa Pemahaman masyarakat dan disiplin masih sangat rendah sehingga sangat mudah menjadi penyebaran Covid 19. Pada intinya bahwa Surabaya, Sidoarjo dan Gresik tidak bisa dipisah karena ketiganya saling berkaitan terutama masalah lokasi pekerjaan warga ketiga wilayah tersebut dan tempat tinggalnya.

Sementara sambutan Mayjen TNI Widodo Iriansyah (Pangdam V Brawijaya), intinya menyampaikan : intinya  sampai saat ini masih tetap terus dilakukan pengawasan dan penertiban, namun masyarakat saat ini kedisiplinannya semakin menurun. Adanya anggapan bahwa yang tidak memakai masker juga masih sehat sehingga kedisiplinan menggunakan masker semakin berkurang,demikian.  Tim/haryoto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here