PDIP Kab. Jembrana Minta Polisi Usut Pembakaran Bendera PDIP di Jakarta

    0
    407

     

    Lebih jelasnya tonton videonya

    Jembrana, Persindonesia.com – Polemik pembakaran bendra PDI P yang terjadi saat aksi massa tolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (24/6), sehingga membuat marah kader PDI Perjuangan disetiap daerah, Hari ini Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana melakukan aksi damai menuju Polres Jembrana untuk mengadukan kasus tersebut, Senin (29/6).

    Diketahui sebelumnya kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan di muka umum dan peristiwa hukum lainnya dalam aksi massa di Gedung DPR RI/MPR RI, Senayan Jakarta, namun identitas dari para pelaku belum diketahui sehingga hari ini serentak dilakukan pengaduan di setiap daerah, aksi ini di pimpin oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Jembrana sekaligus Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan di ikuti oleh anggota DPR Kab. Jembrana dari praksi PDI P, dengan jumlah anggota yang ikut berjumlah 25 orang mengingat masih suasana mewabahnya Covid-19.

    Saat di konfirmasi terkait aksi damai ini I Made Kembang Hartawan selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Jembrana mengatakan, aksi damai ini kami juga mengikuti protap kesehatan Covid-19 yang dianjurkan oleh pemerintah pusat, hari ini kami melakukan aksi damai mengadukan kasus pembakaran bendera kita ke Polres Jembrana, mengingat di dalam anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PDI Perjuangan jelas disebutkan mengenai simbol-simbol partai diantaranya adalah tentang lambang dan bendera partai yang ditetapkan dalam kongres PDI Perjuangan,

    “PDI P adalah partai yang sah, berasaskan pancasila dan di bangun melalui sejarah panjang sehingga berdiri PDI P sampai saat ini, puncak dari dipecah belah yang mana puncaknya terjadi pada saat penyerangan kantor partai pada tanggal 27 Juli 1996, meskipun demikian perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum, kami tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah Bangsa, sebab kami adalah Pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan Bangsa,” tegasnya.

    Rombongan tiba di Polres Jembrana dan melalui kuasa hukum DPC PDI P Kab. Jembrana sebelum menghadap Kapolres Jembrana melaporkan terlebih dahulu ke bagian SPKT Polres Jembrana.

    Saat di konfirmasi terkait pengaduan tersebut Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK menjelaskan, memang benar tadi pagi Ketua DPI PDI Perjuangan Kab. Jembrana datang ke Polres membawa pengaduan terkait masalah pembakaran bendera PDI P di jakarta, untuk pelaporan tersebut tetap kami terima sesuai dengan SOP yang ada di Polres, dimana pengaduan dari DPC PDI P Kab. Jembrana kami terima di SPKT, untuk tindak lanjutkanya tadi kami sudah mengambil keterangan dari kuasa hukum yang sudah di tunjuk oleh DPC,

    Lebih jelasnya Gede Adi mengatakan, untuk perkembangan lebih lanjutnya akan kami sampaikan, inti dari laporannya kalau saya lihat berpokus di Jakarta, ini mungkin solidaritas menunjukan bahwa partai PDI P berada di seluruh Kabupaten, ini diadakan serentak di seluruh Kabupaten, Prov. Bali, tutup Gede Adi. (Sub)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here