Desa Kaliakah Jembrana Lakukan Karantina Banjar, Dalam Sehari Penambahan Kasus Covid di Jembrana Sebanyak 6 Orang

    0
    3474

    Jembrana, Persindonesia.com – Melonjaknya kasus transmisi lokal di Desa Kaliakah Jembrana menyebabkan Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana memilih opsi pemberlakuan karantina banjar.

    Pilihan ini diambil guna mencegah makin meluasnya penyebaran virus dari klaster pulang kampung seorang warga asal Denpasar. Diketahui sebelumnya enam kasus sudah terkonfirmasi positif Covid-19 diwilayah Desa Berangbang dan Kaliakah. Penambahan ini berasal dari klaster seorang warga berdomisili Denpasar sempat pulang kampung ke Desa Kaliakah.

    Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, kebijakan karantina banjar ini merupakan satu dari 2 opsi yang akhirnya disepakati gugus tugas bersama warga desa setempat.

    Kebijakan ini juga sudah disosialisasikan gugus tugas  bersama jajaran perangkat desa dari 2 kali rapat sebelumnya.

    “Karantina Banjar akan dimulai besok jumat (3/7) di Banjar Munduk Desa Kaliakah. Hari pertama karantina juga langsung dilaksanakan rapid test tahap pertama,” kata Arisantha seusai rapat teknis  penetapan karantina banjar bertempat di Kantor Camat Negara, Kamis ( 2/7).

    Rapat teknis membahas kesiapan karantina ini dipimpin asisten 2 Pemkab Jembrana  I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, bertempat di Kantor Kecamatan Negara juga dihadiri asisten III I Ketut Kariadi Erawan, Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta, Perbekel Berangbang I Gusti Putu Supradnya, unsur TNI/Polri serta perangkat Desa serta Kelian setempat.

    Dalam sosialisasi melalui rapat sebelumnya, ada dua opsi yang dimunculkan guna mencegah makin meluasnya penyebaran virus di Desa Kaliakah. Yang pertama akan melaksankan rapid test massal guna screening awal serta opsi kedua, melaksankan karantina Banjar dengan disertai pelaksanaan rapid test massal.

    “Berdasarkan rapat itu, perangkat Desa, adat maupun tokoh menyepakati dilaksanakan karantina banjar. Mekanismenya nanti, selama 14 hari kedepan warga akan berdiam diri dirumah dan pelarangan keluar maupun masuk Banjar. Bagi yang rapid tesnya reaktif segera akan dilaksankan swab untuk dapat dipisahkan dan diberikan tindakan lanjutan,“ papar Arisantha.

    Pelaksanaan rapid test yang rencannya dilaksanakan besok dimasing-masing tempek, juga akan diambil test swab untuk beberapa warga. Test swab dilaksankan bagi keluarga dekat, mengingat ada lagi penambahan kauss positif baru dari klaster di Banjar Munduk ini.

    “Nah sisanya warga yang lain kita golongkan kontak jauh, akan diambil rapid test. Khusus untuk rapid test besok, kita sudah siapkan alat rapid habis pakai sebanyak 2000 buah. Sedangkan petugasnya, selain dari Dinas Kesehatan sendiri, juga diperbantukan petugas dari perwakilan masing-masing Puskesmas, mengingat warga yang diambil rapidnya cukup banyak,“ kata Arisantha.

    Bupati Jembrana I Putu Artha selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam arahannya melalui asistenn II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mengatakan, opsi karantina banjar ini dipilih sebagai solusi terbaik menyelamatka warga dari penularan dan penyebaran virus. Hal itu mengingat begitu cepatnya virus dapat menyebar, sehingga tidak hanya melindungi warga satu Desa saja, tapi warga lain khususnya di Kabupaten Jembrana.

    Artha juga memerintahkan seluruh jajaran Gugus Tugas bersma jajaran Satgas Gotong Royong, melakukan langkah-langkah terbaik mencegah penularan virus.

    “Dengan adanya karantina nanti, tentu ada sejumlah pembatasan aktivitas warga. Kita harapkan mereka lebih banyak diam dirumah. Nah untuk kebutuhan logistik akan dipenuhi oleh pihak Gugus Tugas dalam bentuk bantuan sembako, diantarkan oleh petugas kerumah masing-masing.

    Artha juga berharap, seluruh warga Jembrana melihat kasus di Banjar Munduk ini sebagai cerminan untuk meningkatkan kewaspadaan menangani penyebaran covid-19.

    “Saya berharap kita semua bisa belajar dari kasus ini. Bagaimana kewaspadaan kita, kedisiplinan kita untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan tidak boleh lengah dan kendor. Mengingat pandemi ini belum selesai,“ katanya.

    Di kesempatan yang sama Asisten II I gusti Ngurah Sumber Wijaya mengatakan, dari data yang di sampaikan jumlah warga di banjar munduk sebanyak 990 orang atau 289 KK. Ia berharap dengan dilaksankannya karantina banjar nanti semua pihak saling bahu membahu dalam menyelesaikan masa karantina. Untuk pemenuhan logistik selain dibantu oleh pihak Gugus Tugas sendiri, Ia juga membuka apabila ada donatur atau warga ingin membantu warga Banjar Munduk.

    Pemkab Jembrana melalui Gugus Tugas dibantu jajaran Polres Jembrana bersama Kodim 1617/Jembrana juga siap mensupport hingga seluruh tahapan karantina selesai.

    “Tentu akan selalu mensuport warga kami di Banjar Munduk dalam proses karantina. Pemerintah siap memfasilitasi untuk selalu hadir dan memberikan bantuan disesuaikan dengan kemampuan daerah,“ ujarnya.

    Sementara I Made Bagiarta usai rapat teknis menyatakan siap melakukan sosialisasi kepada warga terkait pelaksanaan karantina banjar.

    Menurutnya opsi karantina Banjar itu, juga lahir dari kesepakatan warganya guna mencegah meluasnya klaster penyebaran virus khsusnya di Banjar Munduk, “kita akan lakukan sosialisasi secara manual melalui Kelian juga dibantu jajaran Gugus agar warga paham bagaimana mekanisme karantina Banjar ini. Termasuk nanti upaya pengawasan, mengingat akses jalan dan keluar Banjar tidak ditutup hanya ada pengawasan. Kita berupaya maksimal mungkin hingga karantina ini sukses , dan perlu dukungan semua pihak mengingat karantina ini termasuk hal yang baru bagi warga Desa Kaliakah,“ terangnya.

    Terkait perkembangan jumlah kasus positif di Jembrana, hari ini kembali terjadi penambahan kasus. Dalam sehari ada penambahan 6 orang, sehingga jumlah total menjadi 41 dari semula 35 kasus positif.

    Enam kasus baru itu, tiga orang merupakan klaster dari banjar munduk dan masih ada hubungan saudara dengan pasien positif sebelumnya.

    Sedangkan 3 orang lainnya, berasal dari Desa Yeh Embang Kauh Mendoyo, Desa Yeh Sumbul serta Desa Dangin Tukadaya. “ 3 kasus baru diluar Banjar Munduk merupakan screening petugas baik di Puskesmas maupun RSU Negara. Pihaknya sedang melakukan pelacakan terkait jejak kontak guna mencegah perluasan penyebaran,” tutup Arisantha. (Sub/Ab).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here