Kembang Pantau Pelaksanaan Rapid Test Masal di Banjar Munduk Kaliakah

Diposting pada

Ket. Poto Wabup Kembang ikut memantau jalannya rapid test masal di Banjar Munduk, Kaliakah

Jembrana, Persindonesia.com – Di hari pertama pelaksanaan karantina Banjar di Banjar Munduk, Kaliakah Wabup I Made Kembang Hartawan turun langsung memantau jalannya rapid test masal di Banjar tersebut.

Rapid test dipusatkan di empat Balai Tempek melibatkan petugas kesehatan dari Sinas Kesehatan maupun Puskesmas se-Jembrana. Warga di banjar munduk berjumlah total 990 orang atau 289 KK.

Sebelumnya opsi karantina Banjar disepakati oleh pihak Desa maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana di wilayah Banjar Munduk Kaliakah. Karantina banjar dilakukan guna mencegah meluasnya klaster penyebaran usai enam warga ( asal Kaliakah dan Berangbang ) terinfeksi dari salah satu warga positif asal Denpasar yang sempat pulang kampung ke Kaliakah.

Kedatangan Kembang Hartawan ke Banjar Munduk juga ingin memastikan berbagai protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 berjalan dengan baik.

“Hari ini digelar rapid test massal tahap I sebagai screening awal bagi masyarakat di Banjar Munduk. Selain itu jika selama masa karantina nanti, ada masyarakat mengalami gejala-gejala klinis seperti demam, batuk, dan pilek untuk segara melaporkan diri. Dari tim medis akan lakukan penjemputan,” kata Kembang Hartawan.

Kembang yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Jembrana juga berharap seluruh masyarakat banjar munduk mematuhi semua proses karantina dengan disiplin. Bagaimana aturan karantina tidak memperbolehkan aktifitas keluar rumah ditaati. Serta warga diijinkan keluar hanya saat pengambilan rapid test saja. Sedangkan berbagai kebutuhan logistik warga akan dipenuhi pihak Gugus Tugas dengan cara diantarkan kerumah masing masing.

“Saya berharap warga yang dikarantina harus benar-benar menerapkan protocol kesehatan secara ketat selama masa karantina, jangan sampai keluar rumah, sehingga proses karantina wilayah dapat berjalan baik dan tidak ada lagi penambahan kasus positif,” harapnya.

Terkait penyaluran logistik, Wabup Kembang mengatakan, mulai besok ( 4/7) akan disalurkan selama 14 hari kedepan. Teknisnya per-KK akan mendapat logistik dengan jumlah kebutuhan yang sudah dihitung. Plenyalurannya nanti tetap mengikuti protocol kesehatan guna menghindari kontak langsung dan tetap menjaga jarak.

Tidak lupa, Wabup Kembang tetap mengajak seluruh masyarakat, tidak hanya yang wilayahnya terdapat karantina wilayah, namun berlaku untuk seluruh warga Jembrana, untuk semakin peduli dan memperketat dalam menjalankan protocol kesehatan. “Untuk warga masyarakat silahkan menjalankan aktivitas seperti biasa, dluar wilayah karantina, namun tetap waspada dengan menjalankan protocol kesehatan,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta menambahkan, keseluruhan warga Banjar Munduk sebanyak 990 orang. Namun dari jumlah tersebut tidak semua ada di rumah, sebagian warga ada yang bekerja di Denpasar dan beberapa daerah lainnya, termasuk di luar Bali. Sehingga tidak seluruh warga menjalani rapid test. “Bagi warga yang belum menjalani rapid test, akan dilayani jika sudah siap,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, rapid test masal di Banjar Munduk diikuti sebanyak 752 orang. Setelah melakukan rapid test masal tersebut, warga Banjar Munduk menjalani karantina selama 14 hari. “Karantina Banjar dilakukan karena terdapat transmisi lokal sebanyak lima orang dalam satu banjar, dari total enam total transmisi lokal dari pasien positif Covid-19 asal Denpasar,” ungkapnya.

Lebih jelasnya ia mengatakan, dari jumlah 752 orang yang menjalani rapid test, sebanyak enam orang hasilnya reaktif. Enam orang yang hasil rapid test reaktif menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan mengenai penanganan Covid-19.

Di infokan juga, Warga Banjar Munduk yang belum menjalani rapid test, akan dilakukan rapid test masal lagi di Balai Banjar. Karena sebagian warga yang belum menjalani rapid test bekerja di luar Desa dan di luar Jembrana. “Rapid test akan dilakukan sekali lagi untuk menyasar warga yang belum rapid test,” terangnya. (Sub/Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *