Sebanyak 450 Ekor Tukik di Lepas Liarkan, Dilarang Membuang Sampah Plastik di Pantai

    0
    84

    Ket. poto Kapolres Gede Adi bersiap-siap melepas liarkan tukik bersama Forkopinda Kab.Jembrana

    Jembrana, Persindonesia.com – Pelepasan liaran Tukik dan penyerahan secara simbolis sarana prasarana perikanan oleh Kapolres Jembrana beserta Forkopinda Kab. Jembrana, bertempat di Penangkaran Penyu Kurma Asih, Br. Mekarsari, Perancak.

    Diketahui sebanyak 450 ekor tukik dilepas liarkan dalam rangka memotivasi partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup, terutama ikut serta melestarikan hewan langka yang dilindungi dan tidak lupa mengikuti protokol kesehatan. Jumat (3/7).

    Diawali penyampaian dari Kadis Lingkungan Hidup mengatakan, kegiatan pelepas liarkan tukik dan penyerahan sarana secara simbolis di Penangkaran Penyu Kurma Asih Desa Perancak bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan kolaborasi dan partisipasi untuk menjaga lingkungan hidup dengan cara tidak membuang sampah ke laut atau media air lainnya.

    “Kita ketahui akhir-akhir ini populasi penyu jauh berkurang dikarenakan penangkapan penyu untuk di konsumsi dan banyak penyu mati akibat pencemaran wilayah laut. Disini pentingnya menyampaikan pesan moral kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ucapnya.

    Hal senada juga disampaikan sama Jembrana I Putu Artha mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid -19 adalah pentingnya juga menyampaikan pesan moral kepada kita semua agar senantiasa ingat dan peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup sesuai dengan Visi Nangun Sad Kertih Loka Bali dan Visi Kabupaten Jembrana “Terwujudnya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Unggul dan Berdaya Saing Dalam Rangka Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Menuju Masyarakat Jembrana Yang Sejahtera.” Dalam Visi tersebut mengandung makna untuk menjaga alam Bali baik sekala dan niskala.

    Lebih lanjut Artha mengatakan, Keberlangsungan populasi penyu di laut bebas terancam oleh adanya perburuan liar, penangkapan penyu untuk dikonsumsi dan ditambah lagi dengan tercemarnya habitat penyu oleh sampah terutama sampah plastik. Maka dari itu, mulai bulan Juli Pemkab Jembrana melalui Program Stopping The Tap Ocean Plastics (STOP) melaksanakan kegiatan Kampanye Perubahan Perilaku Masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mau memilah sampah rumah tangga dari sumbernya berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019, ungkapnya.

    “Keterlibatan dan peran serta seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian popualasi penyu, dan dukungan pihak swasta melalui CSR-nya, masyarakat yang berada disekitar wilayah pesisir untuk dapat bersinergi dalam upaya pelestarian penyu, serta kepada para pemerhati lingkungan agar terus menggemakan upaya- upaya pelestarian lingkungan khususnya penyu, baik kepada masyarakat secara langsung maupun melalui media, Semoga dengan pelepasliaran tukik ini, populasinya dapat bertambah dan berkembang dengan baik sehingga penyu dapat terhindar dari kepunahan, ucap Bupati Artha.

    Ditempat yang sama Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK menambahkan, apa yang dikatakan bapak Bupati itu benar adanya populasi penyu semakin hari semakin berkurang, dikarenakan tercemarnya habitat penyu oleh sampah plastik dan penangkapan penyu untuk di konsumsi oleh masyarakat,

    “Untuk penangkapan penyu, anggota kami akan bertindak tegas kalau ditemukan masyarakat di wilayah hukum Polres Jembrana kedapatan menangkap penyu tanpa ijin yang jelas, akan kami tindak secara hukum yang berlaku, tegas Kapolres Gede Adi.

    Acara dilanjukan dengan penyerahan prasarana perikanan secara simbolis oleh Bupati Artha kepada 22 kelompok nelayan se-Kab. Jembrana, dan dilanjutkan pelepas liarkan sebanyak 450 ekor tukik. (Sub)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here