Mewabahnya Covid-19 Petani Kakao dan Cengkeh Menjerit

Diposting pada

Jembrana, Persindonesia.com – Mewabahnya pandemi Covid-19 segala sektor mengalami kelumpuhan prekonomian. Pariwisata PHK besar-besaran, termasuk sektor pertanian dan perkebunan ikut terdampak dan terancam merugi

Harga biji kakao (coklat) di tingkat petani saat ini menurun dibandingkan sebelum covid 19 melanda. Padahal saat ini petani kakao di Jembrana dan di daerah lain sedang musim panen. Demikian halnya dengan harga cengkeh juga menurun tajam.

Pantauan dari awak media Persindonesia sejumlah petani kakao dan cengkeh di Jembrana menuturkan, sejak corona melanda negeri ini, harga biji kakao kering menurun dari sebelum Covid-19. Saat ini harga biji kakao kering ditingkat petani hanya Rp 25 ribu per kilo. Dan untuk yang basah hanya Rp 8.000 per kilonya.

Dibandingkan sebelum covid 19 melanda harga biji kakao kering menjacapi Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu perkilonya. Sementara yang basar beekisar Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu perkilonya.

“Kalau corona belum usai kami kuatir harga terus menurun. Kalau gini kami pasti rugi,” ujar Gede Sutama, salah seorang petani kakao dari Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Minggu (5/7/2020).

Sama halnya dengan harga cengkeh kering terjadi penurunan yang sangat tajam. Saat ini harga cengkeh kering ditingkat petani mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 52 ribu perkilonya. Sementara cengkeh basah harganya Rp 17 ribu per kilo.

“Diketahui sebelum wabah corona melanda, harga cengkeh kering sampai seratus dua puluh ribu rupiah perkilonya dan yang basah sampai empat puluh ribu rupiah,” imbuhnya.

Sayu Diana, salah seorang pengepul hasil perkebunan asal Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali. Menurutnya saat ini harga biji kakao dan cengkeh menurun dibandingkan tahun sebelumnya, baik kondisi basah maupun kondisi kering.

“Saya beli biji kakao kering dengan kadar air 12 persen dua puluh lima ribu rupiah per kilonya. Sedangkan yang basah saya beli delapan ribu rupiah per kilo,” ujarnya melalui telpon.

Cengkeh kering, Sayu Diana mengaku membeli dengan harga Rp 52 ribu per kilonya. Sementara untuk cengkeh basah dia beli ke petani Rp 17 ribu per kilonya. Harga cengkeh ini juga jauh menurun dari tahun lalu. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *