Pengondisian Dan Monopoli, tidak ada tender, Dalam Pengadaan Seragam Sekolah

Diposting pada

Banyuwangi, Persindonesia.com – Terkait dengan ramainya perbincangan di kalangan wali murid di salah satu sekolah kepala cabang dinas pendidikan propinsi wilayah (kacabdindikpropwil),angkat bicara terkait soal biaya seragam untuk peserta didik baru yang memasuki pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tidak ada tender, pengondisian dan monopoli dalam pengadaan seragam Sekolah. Ucapan tersebut ditegaskan langsung oleh Kacabdindikpropwil.

Baca Juga : Dandim Sruduk Ruangan Kapolres Jembrana

Saat di temui salah satu awak media persindonesia.com – Kacabdindikpropwil, Istu Handono di ruang kerjanya, menjelaskan “Tidak Ada Tender”, Pengondisian Dan Monopoli dalam pengadaan seragam sekolah, Senin ( 7/ 7 / 2020 ).

“Seragam itu urusan personal, kami menyerahkan pada siapa saja dan untuk beli dimana saja, lalu Sekolah boleh menyediakan akan tetapi tidak boleh memaksa dan mewajibkan serta tidak ada tender, pengondisian dan monopoli dalam pengadaan seragam Sekolah,”.

Baca Juga : Serahka BLT-DD Tahap Dua Sejumlah 289 0rang Warga Miskin Terdampak Covid 19

Lanjut Istu Handono, sekarang dimasa Covid ini, saya ingin membantu masyarakat. Jika ada perusahaan, toko, ingin menitipkan kainnya di Sekolah memang saya ijinkan, dengan catatan apabila ada orang yang tidak mampu maka bebaskan dan yang kurang mampu ringankan.

“Tidak boleh ada ikatan, tekanan dan saling sandra. Jika ada yang tidak mampu dan menggunakan seragam yang lama itu tidak masalah dan tidak ada tender, jika ada oknum pihak sekolah yang bilang ada, itu Hoax atau tidak benar dan kami bukan lembaga yang berkapasitas menyelenggarakan tender,” tegas Handono.

Baca Juga : Bekicot Bisnis Yang Menjanjikan dan Bisa Disulap Jadi Uang

“Andai kata ada tender pun itu Provinsi, tapi Provinsi pun tidak sama sekali membuka tender urusan baju, karena ini urusan personal,” imbuhnya

(ABADI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *