Pasangan Selingkuh Wajib Menggelar Upacara Pecaruan di Desa Pakraman Mertasari

Diposting pada

Jembrana, Persindonesia.com – Pengerebekan pasangan selingkuh pada waktu lalu Senin (6/7) dirumah kontrakan di Ds. Pakraman Mertasari, Loloan Timur, Jembrana siang hari dan menyebabkan warga sekitar heboh, bernama Ayu (40) adalah seorang istri Bendesa dengan Batu (43) yang merupakan pemilik bengkel las di Yehembang,

Diketahui mereka digerebeg oleh pasangan mereka masing-masing, dimana sebelumnya istri dan anak Batu mengintai Batu yang sedang mengajak Ayu kekontrakan di Kota Negara, mengetahui hal tersebut istri dan anak Batu mengontak suami Ayu yang merupakan Bendesa di Desa Mendoyo, mereka dipergoki dan di giring ke Polisi.

Header

Baca Juga : Presiden Tinjau Lokasi Pengembangan Lumbung Pangan Nasional di Kabupaten Kapuas

Atas kejadian tersebut hari Senin (6/7) lalu dilakukan parum (rapat) yang menghadirkan para Kelian Adat dan Pemucuk Desa Pakraman, membahas kasus tersebut dengan keluarga ke dua belah pihak, dengan keputusan kedua pasangan mesum tersebut wajib menggelar upacara pecaruan di Desa Pakraman.

Saat di konfirmasi terkait kejadian itu Bendesa Mertasari I Putu Darmayasa mengatakan, sudah keputusan bersama, pasangan selingkuh itu wajib menggelar pecaruan untuk membersihkan Desa, ungkapnya, Kamis (9/7).

Baca Juga : Pendaki Gunung Agung Sehabis Sembahyang Tersesat Berhasil di Temukan

“Pecaruan itu wajib dilakukan, ini ulah mereka di Desa kami. Desa kami menjadi leteh (kotor), dan mereka wajib membayar sanksi denda berupa beras satu pikul, ini merupakan Awig dari Desa kami” ucap Darmayasa.

Lebih lanjut Darmayasa mengatakan, satu pikul beras kalau diuangkan sebesar 1 juta rupiah dan wajib dipenuhi, ujarnya.

Baca Juga : Bule Rusia di Jambret Menuju Rumah Makan

“Satu pikul beras itu jika diuangkan besarnya sekitar satu juta rupiah. Ini juga wajib dipenuhi dan mereka berdua sudah menyatakan kesanggupannya,” ujar Darmayasa, pada saat menemui pasangan selingkuh di Polres Jembrana.

Jelasnya ia menuturkan, untuk pelaksanaanya kami menunggu keputusan rapat berikutnya yang melibatkan seluruh Kelian Adat dan Pemucuk Desa Mertasari dan akan kami lakukan segera, tutupnya. (Sub/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *