Bayi dan Ibu Hamil Terjangkit Covid-19 di Kab. Jembrana

    0
    48

    Jembrana, Persindonesia.com – Mewabahnya pandemi Covid-19 tidak mengenal usia, contohnya di Kab. Jembrana seorang bayi dan ibu hamil juga terjangkit Covid-19.

    “Data kami terima ada penambahan lima orang pasien Covid-19, Pasien itu yakni seorang bayi berumur satu bulan asal Desa Yehembang Kangin, Mendoyo. Diawalnya bayi mengalami sakit dan dibawa berobat ke Pueksmas Pekutatan 1. Karena kesadaranya menurun, kemudian pada Rabu (8/7) malam bayi itu dirujuk ke RSU Negara,” ungkap Jubir Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 di Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha, Senin (13/7).

    Baca Juga: Mendagri: Pilkada 2020, Melahirkan Pemimpin di Masa Krisis

    Ia melanjutkan, setelah mendapat penanganan di RSU Negara, kondisinya semakin memburuk akibat mengalami pendarahan di kepalanya, sehingga pada kamis (9/7) pagi dirujuk ke RSU Sanglah.

    “Sampai di RSU Sanglah bayi yang lahir dengan bantuan bidan praktek di Mendoyo itu memiliki riwayat demam, kemudian masuk katagori PDP dan dilakukan swab tes. Dari hasil swab tes itu ternyata positif covid 19. Padahal saat rapid tes hasilnya negative,” ungkapnya.

    Baca Juga: Bangbang Berhasil di Ciduk Kedapan Membawa Exstasi

    Diketahui bayi itu tertular covid 19 saat ini masih dilakukan penelusuran. Dimana ayah bayi itu berprofesi sebagai sopir travel sedangkan ibunya seorang rumah tangga dan mereka tinggal di Denpasar namun KTP-nya Jembrana.

    “Apakah tertular dari orang tuanya, dan siapa saja kontak dekatnya, masih kita lakukan penelusuran, secepatnya diambil test swab termasuk juga kedua orang tuanya,“ ujarnya.

    Baca Juga: Janda Muda Keciduk Kedapan Menyimpan 16 Paket Sabu

    Selain bayi itu, pasien positif baru lainya yaksi seorang ibu hamil dan suaminya. Pasangan suami istri ini adalah warga Banjar Melaya Tengah Kelod, Desa Melaya.

    “Kehamilanya berusia 40-41 minggu. Ibu hamil dan suaminya ini terkonfirmasi positif dari hasil swab tes pagi tadi. Karena dalam kondisi hamil dan beresiko maka keduanya kita rujk ke RS PTN Unud,” jelasnya.

    Baca Juga : Doni Monardo: Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning Covid-19 Sedang Dikaji

    Darimana mereka tertular, gugus tugas juga masih melakukan penelusuran. Jika dari suaminya yang bekerja sebagai sopir angkutan logistic Negara-Denpasar, memang ada kemungkinan.

    “Namun karena mereka bersamaan swab tes dan hasilnya positif maka perlu kita telusuri, apakah ini termasuk tranmisi local atau bukan. Begitupula dengan bayi itu,” ungkapnya.

    Baca Juga : Presiden Minta Beberapa Provinsi Prioritas Laksanakan ‘Testing, Tracing, dan Treatment

    Sedangkan pasien positif keempat , warga dari Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Melaya. Pasien ini terkonfimasi positif setelah melakukan swab test mandiri di Denpasar.

    “Kami baru menerima informasinya. Pasien ini memang positif tetapi sebenarnya sudah dirawat dan sudah sembuh pada 5 juli. Tetapi dari sisi pencatana dan pelaporan harus tetap masuk dalam data kita,”ujarnya.

    Baca Juga : Surat Rekomendasi Apa Surat Tugas, Informasi Tidak Jelas

    Kemudian penambahan positif covid kelima merupakan pasien PDP yang sebelumnya dirawat di RSU Negara. Pasien ini asal Desa Budeng Kecamatan Jembrana berprofesi sebagai sopir angkutan Logistik jurusan Jawa-Bali.

    “Awalnya memang PDP dirawat di RSU Negara. Dari swab pertama hasinya negative. Kemudian dari swab kedua hasilnya positif dan saat ini masih dirawat di RSU Negara,” terangnya. Tim

    Krida Radio Live

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here