Oknum Prebekel Tidak Senang Dikunjungi Wartawan Untuk Liputan

    0
    12

    Perindonesia.com Tabanan – Seorang Oknum Prebekel yang mengatakan dirinya pribadi setelah didatang salah satu wartawan media cetak online Nasional tidak bersedia di wewancarai prihal tentang program yang ada di Desa tersebut,

    Oknum Prebekel tersebut bernama I Nengah Mawan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Tabanan. diketahui, tidak mau di wewancarai prihal kesiapan new normal dan klarifikasi pelaksanaan BLTDD

    Seorang Wartawan sebagai pilar ke 4., Pemberi informasi kepada masyarakat, control sosial, bertugas sesuai UU no.40 tahun 1999 tentang pers dan wartawan bekerja selalu berpedoman pada kode etik jurnalistik, sudah sepatutnya bekerja dan mendapatkan informasi yang benar yaitu bersumber dari subyek yang kompeten untuk menginput data bahan pemberitaan.

    Diketahui Prebekel I Nengah Mawan saat didatangi awak media mengatakan, “maaf mas !! di Desa kami sudah banyak pekerja wartawan dan sudah sering juga melakukan tugas kesini (kantor Desa Gubug). Sehingga sudah tidak penting wartawan lain untuk meliput ke sini, ucap awak media yang mendstangi kekantornya, Rabu (22/7).

    Dari uangkapan wartawan media cetak online Nasional, Rudi menjelaskan, Jadi untuk mewawancarai dirinya harus membuat janji dan tidak langsung sekali bertemu bisa diwawancara, dan dirinya merasa capek dan lelah menerima komplin laporan anggaran dana Desa BLTDD untuk warga masyarakatnya.

    “Nengah Mawan tidak mau di wawancara oleh wartawan apalagi wartawan dan medianya belom dikenal atau belom terkenal,”imbuhnya.

    Rudi menambahkan, bapak Prebekel seharusnya memberikan informasi yang benar untuk kepentingan masyarakat luas, apalagi dijaman sekarang butuh transparansi tanpa harus ditutup-tutupi.

    Bukannya menghindar atau menolak untuk diwawancara, apalagi merasa tidak penting dengan adanya wartawan, dalam hal ini wartawan yang jelas resmi lengkap surat tugas dari perusahaan medianya. Dalam hal ini dirinya merasa ada hal-hal tertentu yang sengaja ditutup-tutupi, imbuh Rudi. Tim

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here