Tim Kuasa Hukum LSM GMBI Bantah kliennya Melakukan Pengeroyokan dan di Tahan

    0
    39

    Banyuwangi, Persindonesia.com – Kasus persoalan antara RSUD dengan LSM GMBI semakin meruncing, sampai dugaan pengeroyokan yang dilakukan LSM GMBI atas salah satu dokter.

    Terkait hal itu salah satu tim Kuasa Hukum LSM GMBI Distrik Banyuwangi Bantah Adanya Penahanan klien nya terkait persoalan dugaan pengeroyokan

    Viralnya kasus ini di media maupun media sosial, waktu lalu membuat lintas Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Banyuwangi memberikan dukungan pada Kepolisian untuk penegakan hukum.

    Salah satu tim kuasa hukum Subandi, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ( LSM GMBI) membantah adanya penahahan terhadap kliennya setelah diadakan pemeriksaan selama 8 jam di Mapolresta Banyuwangi. Senin, (3/8).

    Nanang Slamet, Kuasa Hukum Subandi menyampaikan, terakhir timnya hanya menerima salinan surat perintah penangkapan.

    “Perlu saya luruskan bahwa, pertama klien kami tidak dalam status tahanan, kedua dalam pemeriksaan tidak ada keterangan adanya pengeroyokan, marilah kita menghargai azaz praduga tak bersalah, kami hanya menerima salinan surat perintah penangkapan setelah diperiksa kurang lebih 8 jam sebagai saksi” ujarnya

    Klien saya, Lanjut Nanang, sangat kooperatif dan menjunjung tinggi proses penegakan hukum, dia sama sekali belum diperiksa sebagai tersangka bagaimana bisa menyandang status tahanan, dan itu terkonfirmasi dengan Kanit Pidum Polresta yang menangani langsung” ungkapnya

    Beliau, hanya diamankan 1×24 jam untuk proses pemeriksaan selanjutnya,” imbuhnya

    Diberitakan sebelumnya di beberapa media bahwa Subandi Ketua LSM GMBI diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang petugas medis dan disangka melanggar pasal 170 junto 351 dan/atau junto 214 KUHP.

    ABADI

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here