Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru.

Diposting pada

Jembrana Persindonesia.com – Kapolres Jembrana AKBP I Katut Gede Adi Wibawa,S.I.K, diwakili Waka Polres Jembrana Kompol Ida Bagus Dedi Januarta, SH, MH, membuka Focus Group Discussion ( FGD),Kami( 6/ 8 /2020) pukul 09.45 wita bertempat di Gedung Ir. Soekarno, Kab. Jembrana

Focus Group Discussion ( FGD) dari Dit Binmas Polda Bali ini dipimpin Kasubdit Binpolmas Polda Bali AKBP Drs. I Nengah Danya Pawitra dengan mengusung tema Sinergitas Pihak Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Untuk Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru.

Kapolres Jembrana yang diwakili Waka Polres Jembrana Kompol Ida Bagus Dedi Januarta, SH, MH,dalam sambutannya saat membuka Focus Group Discussion ( FGD) menyampaikan, bahwa Polres Jembrana saat ini melaksanakan Ops Aman Nusa II dalam rangka mencegah penularan Covid- 19, dan saat ini Jembrana paling rendah warga yang terpapar Covid 19, dan dalam Pilkada serentak kami sampaikan bahwa Polri netral, dan yang menjadi atensi bersama saat ini adalah terkait dengan Premanisme dan Narkoba.

“Apresiasi kepada tim dan narasumber dalam giat FGD bisa melaksanakan FGD pada hari ini dan melalui kesempatan ini kami sampaikan juga bahwa Kita mendapatkan nomor satu dalam lomba Siskamling yang diwakili Desa Delod Berawah, Kec. Mendoyo, ucap Dedi.

Ia melanjutkan, Polres jembrana juga baru selesai menggelar Ops Patuh Lempuyang yang berakhir tanggal 5 Agustus 2020 banyak pemakai jalan yang melakukan pelanggan, Ops ini bertujuan juga mendisiplinkan warga dalam berlalu lintas.

“Mohon kepada pecalang dan perbekel bersama Babinkamtibmas / Babinsa / Pol PP untuk melakukan pengecekan terhadap hotel guna antisipasi gangguan Kamtibmas sehingga situasi keamanan Jembrana tetap kondusif, ucapnya

Ditempat yang sama Dir Binmas Polda Bali yang dibacakan oleh Ketua Team AKBP Drs. I Nengah Danya Pawitra menyampaikan, tema FGD dalam giat ini adalah “Sinergitas Pihak Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Untuk Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru” hal ini diangkat karena keamanan adalah hal utama dalam pembangunan Nasional.

“Bali merupakan distinasi wisata ada beberapa yang harus disiapkan keamanan dan kesiapan obyek wisata itu sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi keamaman di Bali sangat kondusif, terkait premanisme dan narkoba hal ini dimaksud dapat diatasi dengan baik. Dengan kehadiran peserta yang hadir mari bersama-sama mencari solusi pemecahan terhadap permasalahan yang ada di Jembrana. (Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *