Bupati Artha Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umun di Kejaksaan Negeri Jembrana

Diposting pada

Persindonesia.com Jembrana – Pemusnahan barang bukti tindak Pidana Umum oleh Kejaksaan Negeri Jembrana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (INKRACHT). bertempat di Areal Kantor Kejaksaan Negeri Jembrana, Jln. Udayana No.11, Kel. Banjar Tengah, Negara, Jembrana, Rabu (19/8).

Kegiatan pemusnahan barak bukti tindak pidanan umum dihadiri oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Dandim 1617/Jembrana diwakili Pasi Inteldim, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K, dan beberapa OPD Jembrana.

Diketahui barang bukti dan barang rampasan yang di musnahkan berdasarkan 27 perkara tindak pidana umum yang telah diputuskan di Pengadilan Negeri Jembrana diantaranya, Narkoba jenis Shabu seberat 4,67 gram brutto atau 2,75 gram netto.

Ada pun barang berhasil di musnahkan berupa obat tradisional berbagai macam merk yg tidak memiliki ijin edar sebanyak 19 jenis, 5 buah hanphone, 17 buah pakaian, perkakas/barang lainnya, 4 buah tas serta bukti lainnya yang terkait dengan tindak pidanan umum.

“Pemusnahan Barang Bukti atas perkara tindak pidana umum yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde), kami lakukan tidak terlepas dari tugas dan wewenang Kejaksaan, khususnya Jaksa sebagai Pelaksana Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (Eksekutor) sebagaimana dalam ketentuan Pasal 270 KUHAP dan dalam Pasal 30 Ayat (1) huruf b UU RI No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana (Pipiet Suryo Priarto Wibowo, SH.MH

Ia melanjutkan, sejalan dengan tema Hari Bhakti Adhyaksa yang ke 60 yaitu “Terus Bergerak dan Berkarya”, kamj terus berupaya mewujudkan Zero tunggakan, khususnya penanganan Barang Bukti, sehingga tidak ada lagi Barang Bukti yang belum dilakukan eksekusi setelah memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap.

“Adapun jenis barang bukti yang di musnahkan didominasi oleh tindak pidana narkotika menjadi suatu peringatan (warning) bagi kita, khususnya di Kabupaten Jembrana semakin lama semakin marak, dan juga Jembrana sebagai pintu masuknya pulau Bali yaitu Pelabuhan Gilimanuk.

Pipiet juga menjelaskan, Jembrana sebagai gerbang pintu masuk tidak di pungkiri lagi tindak pidana semakin meningkat. Adapun jenis tindak pidana yang terjadi di Daerah Hukum Kabupaten Jembrana ini yang salah satunya menjadi sorotan kita bersama baik secara lokal maupun Nasional, dengan adanya tindak pidana pemalsuan surak keterangan kesehatan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan dilakukan proses hukum terhadap para terdakwa pemalsuan surat tersebut, merupakan suatu upaya yang patut pula diapresiasi karena dilakukan secara kerjasama yang baik dari segala pihak, tidak hanya bagi elemen aparat penegak hukum sendiri yaitu Kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan tetapi juga terjadi karena adanya peran aktif instansi pemerintah di tingkat kabupaten serta masyarakat secara umum,” ungkapnya.

Ia berpesan, kami mengajak seluruh elemen untuk dapat bekerja sama dalam upaya peningkatan kesadaran hukum di tengah masyarakat, karena dengan memiliki kesadaran hukum yang baik maka akan terwujud masyarakat yang unggul dan berbudaya hukum untuk Indonesia Maju.

Di tempat yang sama Bupati Jembrana I Putu Artha SE. MM juga mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran gelap obat – obatan ilegal, Kosmetika Ilegal dan Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan cenderung semakin meningkat serta merupakan masalah bersama bagi pemerintahan dan masyarakat.

“Hal tersebut diperlukan strategi yang melibatkan seluruh komponen dalam suatu komitmen bersama untuk melaksanakan pencegahan peredarannya di tengah masyarakat. Kita semua menyadari bahwa peredaran obat – obatan Ilegal, Kosmetika Ilegal yang mengandung bahan berbahaya semakin marak saat ini,” ujarnya.

Artha melanjutkan, narkotika dan obat – obatan terlarang telah memasuki segala lapisan umur dalam masyarakat, tidak hanya orang dewasa, namun juga anak – anak dan remaja telah terkena bahaya Narkoba. Untuk itu perlu kewaspadaan dalam lingkungan kita terlebih dalam keluarga.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada semua pihak yang terus gencar melakukan pemberantasan peredaran obat – ibatan, Kosmetika Ilegal serta Narkotika yang bisa mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara serta berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan lainnya baik kesehatan, sosial, ekonomi, politik, budaya maupun keamanan,” pungkasnya.

Lebih jelasnya Artha mengatakan, pemusnahan barang bukti pada hari ini merupakan komitmen bersama Pemerintah Daerah, TNI/POLRI, BNK serta elemen masyarakat dalam upaya menjadikan Kab. Jembrana terbebas dari peredaran obat – obatan Ilegal, Kosmetika Ilegal dan Narkoba, tugas kita adalah menghentikan semua kejahatan ini.

Selanjutnya secara bersama-sama melakukan pemusnahan barang bukti dengan cara dipotong dan dibakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *