Koster: PT Pertamina Dibawah Pimpinan Basuki Tjahja Purnama Penyumbang Terbesar Desa Adat Bali

    0
    40

    Persindonesia.com Jembrana – Dana untuk pembanguanan Kantor Majelis Desa Adat ini saya tidak menggunakan dana APBD melainkan menggunakan dana CSR yang bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara, dari Pertamina yang di pimpin oleh Bapak Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menyumbang paling besar sebanyak 5 M.

    Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bali I Wayan Koster saat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Majelis Desa Ada Kabupaten Jembrana.

    Kegiatan kunjungan kerja Gubernur Bali I Wayan Koster kali ini di Kabupaten Jembrana ful team dari Prov. Bali yang di dampingi oleh Ketua Majelis Desa Adat Prov. Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet dan di terima langsung oleh Bupati Jembrana, I Putu Arhta, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan seluruh Forkopimdan Kab. Jembrana. Kamis (20/8)

    Memperingati Tahun Baru Islam 1 M 1442 Hijriah Warga Guyup Lakulan Tasakuran

    Acara diawali dengan pelepasan expor kakao di UPH Amerta Urip, Subak Abian Dwi Mekar Pohsanten Mendoyo dan di lanjutkan dengan peletakan batu pertama Kantor Majelis Desa Adat Kab. Jembrana di jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru , Jembrana.

    Dalam sambutannya Gubernur Koster mengatakan, tujuan saya ke Jembrana untuk sejumlah acara selain itu memang tujuannya adalah kita mulai membuat program kunjungan tour keliling Bali menghidupi perekonomian kita dengan cara berkunjung ke Kabupaten Kota, syaratnya harus belanja untuk meningkatkan gairah pertanian kita.

    “Sebelum acara ini kami melepas export kakao di Pohsanten dan sekarang ini adalah acara ke dua meletakkan batu pertama pembangunan kantor Majelis Desa Adat Kab. Jembrana, saya perlu menyampaikan bahwa salah satu yang peletakan batu pertama pembangunan kantor majelis desa adat Kabupaten Jembrana merupakan janji kami pada saat kampanye dulu,” ungkapnya.

    Presiden Jokowi Kembali Menyalurkan Modal Kerja Bagi Usaha Mikro dan Kecil Seluruh Indonesia

    Ia melanjutkan, ketika saya bersama Bapak Cok Ace sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada Pilkada 2018 yang lalu, diantaranya memperkuat kedudukan kewenangan tugas dan fungsi desa adat dalam misi Nangun Sat kerti Loka Bali, “Melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru”, yang isi di dalamnya adalah 5 bidang prioritas program, diantaranya prioritas yang ke 4 adalah Adat Aksi Seni Budaya.

    “Maka satu demi satu dalam kepemimpinan ketika dilantik 5 September 2018 yang lalu, mulai kita realisasikan kita wujudkan satu demi satu yang menjadi perioritas salah satunya adalah memperkuat desa adat kita di provisinsi Bali. Singkat kata Peraturan daerah tentang perkua Desa Adat ini bisa kita perjuangkan meskipun berat akhirnya disetujui oleh Mendagri,” jelasnya.

    Diketahui Bali satu-satunya provinsi yang mengeluarkan peraturan daerah tentang desa adat di Bali perda No 4 Tahun 2019, “Ini merupakan satu kekhususan yang diberikan Bali, karana baru pertama ada provinsi yang mengajukan tentang rancangan daerah tentang desa adat, jadi provinsi lain tidak ada,” kata Koster.

    Polri Distribusikan 15.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak COVID-19

    “Astungkara Ini berjalan sangat baik, kita kumandangkan secara resmi 4 juni 2019 yang lalu di Pura Samuan Tiga Gianyar, dari pura tersebut kita mulai menyusun peraturan dsrah tentang desa adat ini berkat beliau Ida bhatara Mpu Kuturan perda ini berjalan dengan lancar,” ucapnya.

    Dan kita tindak lanjuti lagi dengan peraturan Gubernur agar bantuan langsung masuk ke rekening desa adat tidak lagi melalui BKK dan turunnya di awal tahun, imbuhnya.

    Lanjut Koster, dimana dana yang cair sebanyak 447,9 M dari 1.400 desa adat se Bali, masing-masing desa adat mendapatkan 300 juta, akibat dari pandemi Covid-19 dana tersebut kami gunakan untuk penanganan Covid-19 juga di gunakan untuk kepentingan bantuan pangan untuk krama Bali.

    Permudah Pengguna KRL, KAI dan Bank Mandiri Terbitkan Commuterpay

    Di perubahan tahun 2020 ini kita tambahin lagi 50 juta. Di tengah pandemi kita bisa mencairkan, ini berkah untuk desa adat, ini merupakan komitmen konsisten kami memperkuat desa adat yang kita janjikan dulu pada saat kampanye.

    Sekarang di Provinsi Bali sudah punya Dinas khusus mengurus desa adat melalui Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, nanti desa adat langsung berhubungan dengan dinas ini yang baru dibentuk, kita juga buatkan kantor Majelis Desa Adat Prov. Bali.

    Rencana di pertengahan bulan September kita resmikan Kantor Majelis Desa Adat Provinsi Bali, dan juga kami mendirikan Kantor Majelis Desa Adat se Bali di tahun ini sebanyak 7 Kantor Majelis Desa Adat di bangun disetiap Kabupaten Kota, dan tanahnya semua milik Provinsi Bali.

    Bupati Artha Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umun di Kejaksaan Negeri Jembrana

    Ada pun dana untuk pembanguanan ini saya tidak menggunakan dana APBD melainkan menggunakan dana CSA yang bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara, dari Pertamina yang di pimpin oleh Bapak Basuki Yahja Purnama (Ahok) menyumbang paling besar sebanyak 5 M.

    Untuk peralatan kantor seperti purniture dibantu oleh BI Bali sebanyak 1 M. Inilah komitmen kami untuk memperkuat Desa Adat Bali, untuk pembanguan Kantor Majelis Desa Adat kami kontrol benar, dan contarktor pun kami pilih orang yang betul mempunyai tanggung jawab dan punya kwalitas yang bisa kita banggakan.

    Gubernur Koster juga menyinggung terkait permasalahan penanganan Covid-19 di Kabupen Jembrana yang mengalami peningkatan, dan Koster berpesan agar pemerintah Kabupaten Jembrana lebih menekan lagi laju dari wabah virus corona ini sehingga wisatawan domistik bisa kami pertahankan kedatangannya.

    Pegang Tameng, Kapolda Kalbar Ikuti Langsung Latihan Pengendalian Massa

    Di tempat yang sama Ketua Majelis Bendesa Madya Kab. Jembrana I Nengah Subagia mengatakan, kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah membuatkan kita Kantor Majelis Desa Adat untuk krama desa yang ada di Kabupaten Jembrana, dengan adanya gedung ini kita lebih pokus bekerja artinya masalah-masalah di adat se Jembrana bisa rumuskan di kantor ini nantinya, ungkap

    Acara dilanjutkan dengan santap siang di rumah dinas Bupati Jembrana dan dilanjutkan ramah tamah dengan seluruh Kepala Desa, Bendesa se Kabupaten Jembrana. (Sub)

    Krida Radio Live

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here