Eks ISIS Terlunta-Lunta Pingin Pulang dan Sudah Bertobat, Merasa di Tipu ISIS

    0
    46

    Perindonesia.com – Saat ini mereka ditahan di kamp pengungsian Al Gol dan Ain Issa Suriah. Banyak di antara mereka yang ingin pulang ke Indonesia karena mereka merasa tertipu oleh ISIS. Kondisi mereka sangat menyedihkan

    Hal tersebut diucapkan oleh Pengamat Terorisme Al-Chaidar saat dikonfirmasi awak media, Selasa (18/8).

    Ia mengaku mendapatkan informasi terkini taerkait kondisi para mantan ISIS asal Indonesia. “Kini ratusan mantan ISIS tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, mereka sedang berada di kamp pengungsian Ain Issa daerah Suriah,” ungkapnya.

    Al-Chaidar juga mengatakan, menanggapi pernyataan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, dia menyebutkan terdapat 686 anggota ISIS yang berasal dari Indonesia sedang berada di Timur Tengah dalam kondisi terdesak.

    “Hingga hari ini mereka ditahan di kamp pengungsian Al Gol dan Ain Issa. Kebanyakan di antara mereka yang ingin pulang ke Indonesia karena mereka merasa tertipu oleh ISIS. Kondisi mereka sangat menyedihkan,” kata Al-Chaidar

    Dalam data Al-Chaidar yang berhasil di kumpulkan, Danjen Kopassus ihwal WNI yang ikut ISIS cukup banyak dan juga banyak dsri mereka berharap bisa kembali ke Indonesia dan sudah bertaubat karena salah memilih jalan bergabung dengan ISIS

    “Banyak juga dari mereka takut menyatakan untuk pulang ke Indonesia, dikarenakan doktrin ISIS telah mengajarkan jika mereka kembali pulang sama halnya dengan murtad dari agama,” jelasnya.

    Ia juga menjelaskan, ratusan simpatisan ISIS asal Indonesia yang tertahan di kamp pengungsian tidak diizinkan untuk kembali ke Indonesia, mereka semua mayoritas anak-anak dan perempuan, dan yang laki-lakinya dipenjara, pengungsian sangat memprihatinkan, ucapnya lewat okezone.

    Pernyataan dari Direktur Eksekutif The Wahid Institute, Yenny Wahid beberapa waktu lalu menilai, terkait persoalan eks ISIS tidaklah mudah banyak pertimbangan pemerintah kita maupun negara lain.

    Putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengatakan, jumlah mereka sangat banyak, yang menjadi pertimbangan pemerintah adalah bagaimana mengubah pradigma atau pola pikir mereka yang telah terjangkit doktrin ISIS.

    “Beberapa pihak mengatakan diterima utamakan anak-anak eks kombatan ISIS, bagaimana pun juga mereka sudah pernah terpapar oleh kekerasan dan sangat sulit untuk dihilangkan, ucapnya saat ditemui di UI, Depok.

    Lebih jelasnya Yeni mengatakan, hal-hal tersebut sudah pasti terrekam di dalam bawah sadar anak-anak tersebut, kalau mau menyembuhkan secara normal cara pikirannya, harus melalui terafi panjang sekali,” tutupnya.

    Sumber, one klik hops

    Krida Radio Live

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here