Organisasi Shiddiqiyyah Indonesia Memberikan Bantuan Santunan Sekala Nasional, Bedah Rumah.

    0
    37

    Jembrana, Persindonesia.com – Dalam rangka Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia Ke-75 tahun dan berdirinya Negara kesatuan Republik Indonesia, Organisasi Shiddiqiyyah Indonesia memberikan Santunan pembangunan rumah layak huni di banjar puseh Desa Tuwed Kec. Melaya Kab. Jembrana sabtu (22/08/2020).

    Dalam kegiatan ini hadir ketua DPD ORSHID Bapak Haji Ali Fatayani dan di dampingi oleh Sekretaris DPD ORSHID jembrana yaitu Bapak Agus Salim, dihadiri pula oleh jajaran pengurus dan pelatih cabang Pencak Silat NU pagar Nusa (PN) kab.Jembrana sebagai salah satu wujud kegiatan pengabdian pada masyarakat sekaigus ladang syi’ar islam rahamatal lil’alamin dalam bentuk melayani masyarakat, Pagar Nusa turut serta dalam kegitan ini diharapkan agar masyarakat sekitar mengenal unsur-unsur Badan Otonom dalam lingkungan organisasi Nahdlatul ulama (NU). Terutama Pagar Nusa yang bergerak dalam bidang bela diri, agar para pemuda bisa menyalurkan bakat dan minatnya ke arah yang lebih bermamfaat.

    Ketua pelaksana pembangunan rumah layak huni Shiddiqiyyah, (Kurniawan Hari Satriyo)mengatakan, maksud dan tujuan dalam pelaksanaan pembangunan rumah layak huni kali ini, untuk membantu warga masyarakat yang kurang mampu dan juga yang patut menerimanya salah satunya warga Desa Tuwed ini yaitu, keluarga bapak (Hafudin) yang berlokasi tepat di belakang Masjid Nurul Yaqin Tuwed barat,tuturnya

    Di tambahkannya (Hari Satriyo) menjelaskan kegiatan ini juga dengan tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, disamping itu pula kami dari Tim Organisasi Shiddiqiyyah juga telah memberikan santunan Unit rumah untuk di wilayah Provensi Bali, baru ada lima (5) unit di antaranya yang sudah terlialisasikan sementara di tiga Kabupaten, Kab. Buleleng ada dua(2) unit, Tabanan satu (1) unit dan di jembarana sendiri ada dua (2) Unit,

    “Yang kita garap saat ini, baru berjalan pembangunannya sekitar 75 persen, untuk ukuran rumah yang kita bangun adalah 5,1/2 meter X 7,1/2 meter, dua kamar, ruang tamu, kamar mandi, juga ruang makan keluarga, dengan biaya anggaran mencapai 85 juta rupiah hingga ratusan juta rupiah, tergantung lokasi medan yang kita bangun seperti waktu kita di Desa Pegayaman Buleleng, sumber dana ini murni kami peroleh melalui Swadaya, imbuhnya”,

    Hari Satriyo menambahkan pembangunan rumah layak huni oleh Organisasi Shiddiqiyyah Indonesia yang berpusat di Jombang Jatim ini, sudah memberikan santunan rumah layak huni berjumblah 87 Unit tahun 2020 hampir di 32 Provensi seluruh Indonesia.

    “Terkait pembangunan dan kegiatan ini saya selaku Ketua pelaksana sudah barang tentu sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak Istansi terkait, semoga apa yang kami lakukan menjadi ladang pahala nantinya dan saya ucapkan beribu-ribu banyak terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu,” ujarnya.

    Di tempat terpisah (Hafudin) warga Br.puseh Desa Tuwed yang bekerja sebagai sopir pengirim paketan jawa bali selaku penerima bantuan santunan rumah layak huni mengungkapkan rasa bahagianya kepada awak media.

    “Saya beserta keluarga tidak menyangka akan mendaptkan bantuan satu unit rumah layak huni yang cukup luar biasa serta sangat mewah bagi saya,” ungkapnya sambil mata berkaca-kaca dihadapan awak media

    Ia mengucapkan, sangat bersyukur kepada Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa atas rejeki yang kami trima dari Organisasi Shiddiqiyyah semoga berkah semuanya tanpa terkeculi harapnya, tutup Fudin.

    (Sam)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here