Ditinggal Makan, Uang 70 Juta Raib Digondol Maling, Dengan Modus Kepruk Kaca

    0
    31

    Persindonesia.com Jembrana – Bukannya di luar Bali saja terjadi kasus kepruk kaca mobil tetapi kasus tersebut sekarang sudah merebak ke Bali khususnya di Kabupaten Jembrana.

    Kasus yang ke dua kalinya ini terjadi berawal dari warga lingkungan Terusan Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana bernama Dahana (54).

    Ia kehilangan uang sebanyak 70 juta yang disimpan di mobilnya dimana kaca mobil Avanza yang diparkir di pecahin oleh orang tak di kenal Jalan Gatot Subroto Kecamatan Negara, Jembrana tepatnya di depan Puri Agung Negara. Selasa (25/8).

    Uang 70 juta itu ludes di gondol maling saat Dahana dan istrinya makan di warung keponakannya.

    “Ia mas tadi sebelum makan, saya sama suami bersama-sama pergi ke Bank BPD Cab. Negara untuk mengambil uang,” ungkapnya sedih disaat awak media mengkonfirmasi terkait hal tersebut.

    Ia melanjutkan, sehabis itu suami keluar makan di warung keponakan dan saya kemabli bekerja di timur Polres Jembrana.

    Informasi yang berhasil di himpun dilapangan korban mengendarai mobil Avanza dari kantor Bank BPD menuju warung makan sekitar pukul 12.00 wita.

    Sekitar 10 meter korban meninggalkan mobilnya untuk makan. Disaat makan korban mendengar alarm mobil berbunyi korban tidak curiga dengan alarm mobilnya menyala.

    “Saya tidak curiga atas bunyi alam mobil, baru saya datangi kaca depan mobil saya pecah dan uang di dalam mobil sudah raib, ucap Dahana.

    Atas kejadian tersebut Tim Kurawa Sat Reskrim Polres Jembrana langsung melakukan penyelidikan.

    Saat di konfirmasi terkait kejadian tersebut seijin Kasat Reskrim Polres Jembrana, Kanit 1 IPTU I Gede Darmana mengatakan, ia memang benar tadi ada laporan kehilangan uang dengan modus keprok kaca.

    “Atas perintah Bapak Kapolres dan diteruskan ke Kasat Reskrim tim kami masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

    Sementara itu Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK saat di konfirmasi menjelaskan, teman-teman media harap bersabar, kasus ini masih diselidiki oleh anggota Reskrim.

    “Saat ini korban masih di mintai keterangan di ruang penyidik, diketahui korban seorang PNS Pemkab Jembrana,” ungkapnya.

    Gede Adi melanjutkan, dari TKP ditemukan sebuah busi yang diduga digunakan pelaku memecah kaca mobil korban.

    “Kemungkinan pelaku mengetahui korban mengambil uang di Bank sehingga pelaku membuntuti korban,” ucapnya.

    Gede Adi menghimbau, untuk masyarakat dalam hal pengambilan uang jumlah banyak di Bank lebih waspada lagi, “lebih baik dalam pengambilan uang melakukan transaksi non tunai atau lewat transfer,” imbuhnya.

    “Apabila diharuskan mengambil uang tunai dipastikan segera menyimpan ditempat yang aman dan tindak meninggalkan tanpa pengawasan langsung, dan bisa juga kordinasi dengan pihak keamanan, tututpnya.

    Memang diketahui Bank BPD selama musim Covid-19 banyak masyarakat menarik uang disana, selain menarik uang pribadinya juga menarik uang dari bantuan pemerintah yang di cairkan melalui Bank BPD, pantaun dari awak media perhari nasabah dibatasi sampai 300 orang. Tim

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here