Penyerangan di Polsek Ciracas Sebanyak 12 Orang Ditahan Termasuk Korban Pun Ditahan

    0
    44

    Persindonesia.com Jakarta – Terkait penyerangan dan perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa langsung mengadakan konfrensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Minggu (30/8).

    Jendral Andika menjelaskan, 12 orang sudah kami tahan dan masih menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya), Guntur, Jakarta Selatan.

    Ratusan Oknum TNI Mengamuk dan Rusak Polsek Ciracas Jakarta Timur

    Polisi Militer juga akan memeriksa sejumlah orang lainnya yang diduga berkaitan. “Belum tersangka, tapi 12 orang yang jelas langsung kami tahan. Ke-12 orang ini sudah mengarah (pelaku perusakan),” ujar Andika. melansir tirto.id

    Pemeriksaan berikutnya menyasar kepada 19 orang lainnya. Rencananya mereka juga akan langsung ditahan di Pomdam Jaya Guntur dan tempat lain. “Semua yang kami panggil hari ini pun akan langsung kami tahan dan mereka akan kami tempatkan sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya

    “Kami juga punya beberapa tempat, ada Pusat Militer Angkatan Darat di sini di dekat Gambir, ada lagi di beberapa tempat lagi. Kami akan tempatkan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

    Kadisdik Melawi Ajak Orang Tua Murid Bersinergi Sukseskan Belajar Daring Melawi

    Tidak luput juga korban Prada Muhammad Ilham dimana saat ini sedang mengalami perawatan di rumah sakit, juga akan ditahan. “Dia juga kami tahan dan sudah jelas, dia adalah salah satu dari mereka, Prada MI sudah di tangan kami walaupun masih dirawat di rumah sakit TNI Angkatan Darat tetapi statusnya adalah termasuk yang terperiksa,” kata mantan Pangkostrad ini

    Diketahui sebelumnya penyerangan terhadap Polsek Ciracas terjadi Sabtu (29/8) dini hari. Sejumlah mobil, sepeda motor dan fasilitas polsek terbakar dan rusak.

    Atas kejadian tersebut Jendral Andika meminta maaf kepada masyarakat dan institusi TNI serta Polri yang dirugikan atas tindakan itu. “Terkait ganti rugi atas kejadian tersebut saya akan minta pertanggung jawaban kepada semua pelaku,” tegasnya.

    Korban Dugaan Penipuan Tenaga Kerja Asal NTT Mengadu ke LPSK, Diintimidasi dan Dirayu Cabut Laporan

    Berawal berita hoak anggota TNI yang diberitakan di kroyok itu hanya akal-akalan korban Prada MI, yang bersangkutan menginformasikan kepada teman-tamanya mengaku dikroyok,

    Hal tersebut setelah dilakukan penyelidikan oleh TNI, mulai dari memeriksa saksi-saksi dan memintai keterangan dari Prada MI.

    Dari hasil penyelidikan tersebut didapat fakta bahwa Prada MI terluka dan dilarikan ke rumah sakit bukannya di kroyok melainkan mengalami kecelakaan tunggal.

    Resmi, Hak Paten Warung Men Tempeh di Serahkan Kepada Anaknya dan di Mediasi Dansubdenpom IX/3-2 Negara

    “Isu pengeroyokan tersebut bersumber dari ponsel Prada MI yang mengontak seniornya, itu pun setelah kami cek dari ponsel bersangkutan,” jelas Jendral Andika. (***)

    Sumber : tirto.id

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here