Sementara Ruang Rawat Inap Puskesmas Pengambengan Ditutup

Diposting pada

Persindonesia.com Jembrana Terkait adanya pasien yang positif Covid-19 di Puskesmas Desa Pengambengan yang sudah dirujuk ke RSU Negara, dan juga di desa tersebut telah terjadi pasien meninggal dunia yang pernah dirawat, sehingga ada beberapa tenaga medis yang terjangkit Covid-19, bagian rawat inap Puskesmas Pengambengan di tutup sementara mulai hari Senin, 31 Agustus 2020.

Dengan ditutupnya bagian rawat inap di Puskesmas Pengambengan tersebut awak media langsung kordinasi dengan Jubir Gugus Tugas Covid-19, Kabupaten Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha. Selasa, 01 September 2020.

Saat di kordinasi terkait hal tersebut ia mengatakan, dengan adanya pasien Covid 19 yang sudah positif berdasarkan swab VCR positif dan meninggal dunia.

Dimana pasien tersebut pernah dirawat 1 hari di Puskesmas Pengambengan, saat itu belum terdiagnosa, gejala awal demam dan seterusnya, sehinngga di diagnosa kearah demam tipes, karena ada sesak dan penurunan saturasi mencapai 45% dimana normalnya 95%, pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit, setelah di swab ternyata positif Covid-19.

“Atas kejadian tersebut, di Puskesmas Pengambengan di lakukan traking, sehingga teman-teman yang kontak rat ada yang positif, dan bahkan 1 orang dokter dan bidan positip Covid-19, atas kejadian tersebut Puskesmas Desa Pengambengan di tutup sementara rawat inapnya,” ungkapnya.

Lanjut Arisantha, untuk kegiatan yang lain di Puskesma tetap buka, hanya rawat inap diistirahatkan sementara, untuk sterilisasi ruangan dan pegawai yang dirawat inap diistirahatkan. Sementara itu untuk pegawai yang kontak rat akan diistirahatkan selama 14 hari.

“Itulah penyebabnya bagian rawat inap di puskesmas pengambengan di tutup sementara, untuk bagian yang lain seperti Poly umum, Poly yang lain dan UGD masih buka dan dibatasi sampai pukul 20.00 Wita,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, terkait ditemukannya salah satu dari pegawa OPD tersebut terbukti positif Covid, kalau saya hitung semua ada sebanyak 7 OPD, tapi ada yang duluan swabnya sudah selesai, tapi yang baru hanya beberapa saja.

“Kalau ditelusuri juga sebenarnya penyebarannya dari salah satu OPD, sehingga terjadi transmisi di Puskesmas tersebut, dan ada juga OPD yang lainnya terjangkit di luar Kabupaten. Ini kombinasi penyebaran, sehingga dilakukan penutupan rawat inap selama 3 hari,” tutup Arisantha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *