Penyerobot Tanah Mulai di Sidik Polresta Banyuwangi

    0
    255

    Persindonesia.com Banyuwangi – Terkait kasus penyerobotan tanah, Moh. Ajib Cs yang merupakan ahli waris Ali Hamzah (Alm) di dampingi kuasa hukumnya La Lati S.H, memenusi panggilan penyidilk Polresta Banyuwangi, sehubungan dengan laporan pengaduan dari Moh. Ajib Cs. Senin 31 Agustus 2020.

    Melalui Kuasa Hukumnya La Lati.SH, terkait dugaan penyerobotan tanah milik (Alm) Ali Hamzah yang di lakukan oleh Sdr Mohit & M. Rosad, seperti di beritakan sebelumnya penyerobotan tanah milik (Alm) Ali Hamzah seluas. 28. 420 M2 terjadi pada tahun 2000 di lakukan oleh Mohit dan kawan kawan.

    pada saat di temui awak media di halaman Mapolresta Banyuwangi usai memberikan keterangan kepada penyidik, M. Ajib menjelaskan, tanah bapak saya (Ali Hamzah) sudah di milikinya sejak tahun 1955 di dapatkan dari pemberian (Alm) Mahadi.

    “Berdasarkan catatan pendaftaran tanah tertanggal 25 April 1955 di keluarkan oleh Keresidenan Besuki di Jember tahun 1955 Atas Nama: “Ali Bin Mahadi,” ungkapnya.

    M. Ajib memaparkan, silsilah keturunan dari Buyut H. Umar, (alm). H. Umar memikili 6 orang anak, 1 (alm) Bu Mudina 2.(alm) Bu Aslami 3.(alm). P. Abesah Tamat 4.(alm).P. Nuh 5.(Alm) Bu Mahani, 6 (alm) Mahadi, sembari M. Ajib turut menunjukan dokumen Silsilah Keturunan dan Catatan Duplikat surat nikah dari (Alm) Ali Hamzah.

    “Dalam Silsilah (Alm) Ali Hamzah merupakan anak kandung dari Mbah Abu Alias Abesah Bin. H. Umar pernikahan dengan (istri kedua) Mak Sati, karena ( alm) Mahadi tidak memiliki anak maka (alm) Mahadi mengadopsi Ali Hamzah sebagai Anak Angkat,” ungkapnya.

    Lanjut M Ajib, Ali Hamzah masih merupakan keponakan dari ( alm) Mahadi, karena (alm) Mahadi bersaudara kandung dengan Pak Abu Alias Abesah Bin H. Umar, yang merupakan bapak kandung dari (alm) Ali Hamzah.

    Di waktu yang sama La Lati SH. Kuasa Hukum dari keluarga (alm) Ali Hamzah, menjelaskan, penyerobotan tanah milik (alm) Ali Hamzah terjadi tahun 2000 bermula ketika Mohit menghasut para ahli waris dari Mbah Abu ( Abesah Bin.H.Umar).

    “Mohit menghasut dengan mengatakan, Ali Hamzah (alm) bukan anak kandung dari Mbah Abu (Abesah Bin H. Umar.). Kejadian penyerobotan terjadi pada tahun 2000, Ali Hamzah saat itu berumur 81 tahun,” terangnya.

    Selaku kuasahukum, untuk membantah hasutan yang di hembuskan oleh Mohit tersebut, “langkah yang pertama saya lakukan adalah menelusuri kebenaran silsilah keturunan dan menelusuri catatan dokumen pernikahan (Alm) Ali Hamzah,” jelasnya.

    “Dalam catatan duplikat pernikahan yang di keluarkan oleh KUA Gleanmore sangat jelas tertulis orang tua/Wali dari Hamzah adalah Mbah. Abu (Abesah Bin Umar) hal itu senada dengan keterangan (saksi) Mbah Pawirojiman tahun 2019 masih hidup berumur 107 tahun,” tambahnya.

    Lebih lanjut La Lati S.H menjelaskan, mbah Pawirojiman merupakan sesepuh tertua yang mengetahui segala riwayat tanah dan riwayat silsilah garis keturunan, di dukung oleh kesaksian lainnya dari Moh.Toyib (76 th) masih hidup dan Sobiah (istri) dari (Alm) Ali Hamzah.

    “Saat ini Sulbiah (83 th) masih hidup sehingga dengan demikian fitnah yang di lontarkan oleh Mohit pada tahun 2000 terbantah dengan dokumen-dokumen yang di milik oleh ahli waris Ali Hamzah (alm),” terang La Lati. SH.

    (ABADI/TIM)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here