Asidewi Survey Pemetaan Potensi Wisata Desa Jejeponto

Diposting pada

Persindonesia.com Sulawesi – Asidewi adalah lembaga yang non pemerintah namun aktif bergerak di bidang pariwisata. Asidewi selalu menginisiasi sehingga terbentuk dan berkembangnya desa-desa menjadi destinasi wisata di seluruh Indonesia.

Salah satu program pelatihan di bidang kepariwisataan adalah memberikan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Kab. Jeneponto 18 – 20 September 2020. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari 3 hari sebelumnya.

“Acara ini bekerja sama dengan dinas pariwisata Jeneponto dan Asidewi yg tujuanya untk pningkatan kapasitas SDM yang ada di desa wisata ” ujar Elly isriani arief, SH.M. Si kadis Janeponto.

Astaga! Niat Buka Pabrik Shabu Home Industry, Dua Pemuda Keburu Dicokok Polisi.

Asidewi melakukan survey sekaligus pemetaan di lapangan potensi wisata bersama para pihak terkait ( ABCGMN). Dimana dalam temu dan kenali potensi di beberapa desa kita temukan banyak sekali potensi.

“Dalam platihan kali ini, semua unsur penthahelix di hadirkan di ajak membahas serta memberikan pengkayaan argumen dan gagasan. Sehingga apa yang di dapatkn dari pelatihan ini bisa sejalan dengan RIPPARDA Kab. Jejeponto yang sudah terdokumentasikan,” kata Ketua Asidewi Andi Yuwono.

Merasa Dibodohi Oleh PT Pulomas Sentosa, Para Nelayan Gelar Aksi Damai

Dalam kegiatan ke Jeneponto tidak lengkap kalau tidak berkunjung ke Desa yang cukup tua dan sangat legendaris yaitu Desa Kampala Kec. Arung keke yang berjarak 10 km dari pusat kota Jeneponto.

Diketahui desa ini adalah bekas keraton di Jenpot yang sangat tua, berada di pesisir selatan dengan mayoritas masyarakatnya sebagai nelayan dan petani tambak.

“Sangat beruntung sekali kita langsung di antar dan di pandu oleh salah satu keturunan keraton yaitu Karaeng Sutte yang juga sebagai ketua PHRI di sini. Beliau sangat di segani dan sangat ramah kepada siapapun yang datang dn di temuinya,” pungkasnya.

Melawan Saat Ditangkap, Residivis Keprok Kaca Lintas Provinsi Berhasil Didor Kakinya

Andi melanjutkan, besar harapan dari kegiatan ini keluar rekomendasi dan bisa mendorong segera di terbitkanya peraturan daerah terkait pariwisata. TKDP tidak hanya sekedar pelatihan teknis tapi dalam platihan ini juga membedah kerangka pikir yang lebih makro. Alhamdulillah, ASIDEWI bisa di libatkan dalam forum yang sangat strategis ini,” ujarnya

Rumah adat di Kampala ini sudah berdiri sejak abad 17 M dan sampai sekarng masih terawat dengan baik. “Kedepan, desa ini akan di inisiasi menjadi desa wisata berbasis budaya dan bahari. Mengingat bentang alam panti Karsut yang indah dan sudah menjadi andalan warga Jeneponto untuk berlibur dan melihat pacuan kuda tradisional terbesar di Sulawesi,” tuturnya setelah 1 minggu berada di Jeneponto

Menurut Andi Yuwono ketua dari Asidewi, untuk rekomendasi kedepan, bahwa desa ini akan memaksimalkan fungsi Bumdes sebagai pengelola dan memanfaatkan sumberdaya lokal untuk menjadi pengelola dan penerima manfaat langsung dampak positif dari pariwisata. (Div)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *