Membandel, Sebanyak 102 Orang PSK dan 11 Pemilik Wisma Digaruk Tim Gabungan 

Diposting pada

Persindonesia.com, Pangkalpinang — Dalam rangka Operasi Yustisi dan pemberantasan penyakit masyarakat Pemkot Pangkalpinang bersama pihak Kepolisian dari Polres Kota Pangkalpinang melaksanakan kegiatan di Operasi Yustisi di seputaran wilayah hukum Kota Pangkalpinang. Sabtu malam (26/09/2020).

Dari hasil kegiatan Tim gabungan memperoleh hasil penertiban dari lokalisasi Teluk Bayur Pangkalpinang sebanyak 102 Pekerja Seks Komersil (PSK) dan 11 pemilik wisma diamankan ke Mako Polres Pangkalpinang untuk di data dan di beri himbauan.

Kegiatan penertiban serta pelaksanaan Operasi Yustisi terkait Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di pimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi dan Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam serta di ikuti oleh personil dari Polres Pangkalpinang, Personil TNI  dari Kodim 0413/Bangka, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkot Pangkalpinang , Pemadam Kebakaran Pemkot Pangkalpinang dan Dinas Sosial Pemkot Pangkalpinang.

 

Dalam kesempatan ini juga Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam mengatakan, penertiban kali ini lokalisasi Teluk Bayur dilaksanakan bersamaan dengan Operasi Yustisi terkait penerapan Protokol Kesehatan Covid-19.

 

“Untuk pekerja seks dan pemilik wisma dijaring dikarena sebelumnya pada 29 April 2020 lalu lokalisasi Teluk Bayur sudah ditutup,” ungkap Radmida.

 

Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam menambahkan, saat menutup lokalisasi sebelumnya sudah disepakati oleh pemilik wisma untuk memulangkan para PSK dan itu sudah dituang dalam berita acara Pemkot Pangkalpinang sebelum menutup telah melakukan sosialisasi ,“Berarti mereka sudah melanggar perjanjian,” tambahan.

Benar yang terjaring 102 PSK dan 11 pemilik wisma dan saya ingatkan agar para pemilik wisma tidak mempermainkan Pemkot Pangkalpinang serta segera dipulangkan para PSK tersebut bukan dipindah ke lokalisasi lain,” ujar Radmida.

Hal senada juga disampaikan oleh Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi mengatakan, mereka membandel sekali, sudah jelas sebelumnya pemerintah sudah menutup, sebelum ditutup sudah diberikan sosialisasi kemudian diturunkannya SK, dan masih beroprasi.

“Saat diintrogasi mereka mangatakan datang insiatif sendiri kesini, itu tidak mungkin pasti ada penyalurnya, saya mau dikibuli saya sudah lama disini, saat diintrogasi pemilik wisma mereka mengatakan dengan insiatif sendiri datang kesini dengan kompaknya,” ucapnya kesal.

Ia menambahkan, disini saya dikira tidak tau mereka kesini ada perantaranya, kalau mereka membandel lagi, mereka akan kami tangkap lagi dan pemilik wisma akan kami proses dan berhadapan dengan hukum, tutup Wahyudi. (Ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *