Meningkat Tajam Covid di Jembrana, Mulai Dari Kegiatan Keagamaan Sampai Kasus pneumonia

    0
    64

    Persindonesia.com-Jembrana. Peningkatan kasus terkonfirmasi covid-19 Jembrana sebulan terakhir meningkat tajam. Hal ini mendapat perhatian serius jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sejumlah klaster muncul, terutama didominasi dari kegiatan adat, agama serta perkantoran.

    Jajaran Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sabtu (26/9) kemarin langsung menggelar rapat kordinasi di posko Gugus Tugas Kantor BPBD Jembrana, dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Sudiada.

    Bandel!! 19 Orang Pelanggar Prokes di Beri Sanksi Push Up

    “Posisi kita sangat sulit karena masyarakat sangat sensitif. Namun situasi kondisi dan penularan yang begitu cepat, maka kita juga harus bergerak cepat. Makanya kemarin kita diskusikan bersama terkait langkah- angkah kedepan,” ujar Sudiada, Minggu (27/9/2020)

    Terkait regulasi yaitu Pergub dan Perbup, semuanya sudah normatif, Namun diakui gugus tugas pelaksanaannya memang serba salah. Kedepan cara-cara humanis dan edukasi dikedepankan. Namun tindakan tegas tetap diberikan karena untuk kebaikan bersama. Secara bertahap, pelanggaran pertama dan kedua bisa diberi sanksi berupa membaca sesuatu.

    Membandel, Sebanyak 102 Orang PSK dan 11 Pemilik Wisma Digaruk Tim Gabungan 

    Sedangkan upaya menindaklanjuti arahan GTPP Provinsi Bali, menyiapkan tempat karantina/isolasi untuk kasus OTG dan orang dengan gejala ringan, di Jembrana telah ditetapkan Hotel Jimbarwana. Hotel itu dipilih sebagai tempat karantina, sekaligus mengetatkan Tracking yang selama ini telah dilakukan.

    Sementara itu terkait penambahan kasus per Sabtu (26/9) kemarin menurut jubir gugus tugas GTPP Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha, ada terkonfirmasi sebanyak 5 orang lagi. Rinciannya ada dua orang dari Kelurahan Pendem, 1 dari Lelateng serta dari deaa Yehembang dan Kelurahan dauhwaru.

    Giriasa Melawan Kotak Kosong dan Dapat Dukungan Dari PPB

    “Pasien dari Lelateng, seorang pria berusia 51 tahun awalnya suspek di RSU Negara, setelah swab hasilnya positif Covid-19, dan ditemukan pneumonia. Sementara yang dari Pendem juga ditemukan pneumonia, seorang perempuan berusia 33 tahun dalam kondisi hamil,” papar Arisantha.

    Kemarin lanjutnya, gugus tugas Jembrana juga mencatat satu orang bayi berusia 2 bulan posiitf covid-19. Bayi ini merupakan kontak erat dari ibunya yang positif covid-19. Secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi di Jembrana mencapai 295 orang.

    Deklarasi Kampanye Sehat dan Damai di kPU Bdung Dihadiri Kapolres Roby

    Sementara untuk angka kesembuhan sebanyak 204 orang. Kemarin RSU Negara kembali memulangkan dua pasien sembuh. Dua orang pasien yang sembuh itu seorang wanita  PNS berusia 53 tahun  dengan alamat di Kelurahan Pendem.

    Sementara satu lagi seorang laki laki usia 57 tahun asal Dauhwaru berprofesi sebagai petani. Sementara kasus kematian terkonfirmasi sebanyak 6 orang. Tim

    Krida Radio Live

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here