Stop Politisi Rumah Ibadah Dalam Pilkada Serentak 2020

    0
    54

    Persindonesia.com Banten – Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, terindikasi akan bermunculan berbagai kepentingan yang masuk ke berbagai elemen, bahkan tanpa terkecuali termasuk tempat ibadah.

    Menyikapi hal tersebut, Koordinator Agama Cinta Gus Sholeh Marzuki meminta para Tokoh Lintas Agama menjaga tempat ibadah agar tidak disusupi kelompok tertentu yang memiliki agenda politik praktis.

    Ziarah Nasional Di Wilayah Garnisun Jembrana Jelang Hut ke 75 TNI

    “Para Tokoh Lintas Agama diimbau agar rumah ibadah jangan dikotori oleh oknum-oknum yang mempunyai kepentingan sesaat dan hanya mencari suara dengan menguasai rumah ibadah. Janganlah rumah ibadah dijadikan tempat mendulang suara yang ujung-ujungnya menjelekkan kelompok sana kelompok sini,” tegas Gus Sholeh Marzuki.

    Gus Sholeh juga menyayangkan jika rumah ibadah yang merupakan tempat mulia itu disalah fungsikan hanya karena kepentingan politik Pilkada sesaat dan meminta kepada para Tokoh Lintas Agama serta para jemaahnya untuk tidak menggunakan rumah ibadah sebagai ajang kepentingan politik praktis, partisan, dan jual beli suara.

    Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Terima Audensi Komisi I DPRD Kabupaten Belitung

    “Rumah Ibadah jangan digunakan kepentingan politik praktis dan partisan. Mari belajar dewasa, bersikap patriot hilangkan ego. Ketika politik dalam Pilkada Serentak 2020 berjalan maka masuk ke rumah ibadah dan tenangkan hatimu. Ke rumah ibadah itu mau ketemu Tuhan YME apa ketemu calon Gubernur atau calon Bupati atau atau Calon Walikota ?” ujar Gus Sholeh.

    Gus Sholeh juga mengimbau masyarakat secara kompak menyerukan untuk mencegah oknum yang memfungsikan rumah ibadah dari unsur politik praktis dan mengutamakan fungsi rumah ibadah untuk tempat beribadah kepada Tuhan YME. Menjadikan rumah ibadah sebagai sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana memecah belah umat dan memperuncing perbedaan.

    Seorang Paman Di Polisikan Diduga Perkosa Keponakanya Hingga Hamil 4 Bulan

    “Sudah saatnya menjadikan rumah ibadah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadikan mimbar-mimbar rumah ibadah sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung tinggi toleransi, bukan caci maki, ujaran kebencian, dan ajakan permusuhan,” pungkasnya.

    Selengkapnya silahkan ikuti Webinar Lintas Iman, dilaksanakan oleh komunitas Agama Cinta edisi ke 7, dengan tema: “STOP POLITISASI RUMAH IBADAH DALAM PELAKSANAAN PILKADA SERENTAK 2020”, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Oktober 2020, dengan narasumber sebagai berikut:

    Bupati Artha Serahkan Hibah Rumah Jabatan Kapolres Jembrana

    Gus Sholeh Mz
    Koordinator Agama Cinta
    Romo Beny Susetyo
    Stafsus BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila)
    Romo Asun
    Wasekjen WALUBI
    (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
    Ida Made Sugita, S.Ag., M.Fil.H
    Rohaniwan Hindu – Kementerian Agama
    Sudarto (Toto)

    Seorang Paman Di Polisikan Diduga Perkosa Keponakanya Hingga Hamil 4 Bulan
    Pemerhati Sosial Budaya & Aktivis Toleransi
    Ws Sofyan Jimmy Yosadi, SH
    Dewan Rohaniwan Pimpinan Pusat MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Konghuc Indonesia)
    Bishop Darwis Manurung, M.Psi
    Ketua Umum PGI Wil. Sumatera Utara
    Dan sebagai Moderator
    Muhardi Karijanto, SE, MM
    DPP NINJA (Negeriku Indonesia Jaya)
    Diakhiri dengan doa penutup oleh Habib Ja’far Shadiq bin Yahya.(Jon)

    Krida Radio Live

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here