Hujan Deras, Yehembang Kangin dan Yehembang Tengah Akses Jalan Putus dan tanah Longsor

Diposting pada

Persindonesia.com Jembrana – Akibat diguyur hujan selama 2 hari sejak hari Sabtu malam hing berlanjut esoknya siang hari beberapa titik di Jembrana terjadi kebanjiran akses jalan pun beberapa mengalami kerusakan hingga longsor pun terjadi.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Sebuah jembatan beton penghubung jalan tanggul desa menuju Setra (kuburan) Yehembang yang baru selesai putus karena tergerus air hujan yang sangat deras.

Panca Bayu : Kami JKJ Akan Ciptakan Pilkada Jembrana Yang Aman dan Kondusif

“Kejadiannya tadi malam saat hujan deras, air sungai sangat besar, beton penghubung (jembatan) itu putus tergerus air. Kami sudah laporkan kejadian tersebut ke istansi terkait,” ujar Perbekel Yehembang I Made Semadi, Senin (12/10/2020).

Tidak hanya di Desa Yeh Embang halmserupa juga terjadi di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, terjadi bencana tanah longsor dan jalan putus. Tanah longsor terjadi di Banjar Sumbul, Desa Yehembang Kangi. Longsoran tanah menutup akses jalan desa. Sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas.

Aataga! Pengemudi Meninggal Ditengah Mobil yang Menutup Akses Gang Warga

Sementara di Banjar Tibusambi, tepatnya di Tempek 3, Desa Yehembang Kangin akses jalan putus lantaran tergerus air. Jalan tersebut jalan lingkar antara Banjar Tibusambi menuju Banjar Nusamara. Meskipun jalan tersebut putus, warga masih bisa melewati jalan lainnya, namun jarak tempuh lebih jauh.

“Di Banjar Tegak Gede juga terjadi bencana. Bangunan dapur dan WC milik Ida Bagus Wibawa ambruk akibat tanah longsor. Rumah tinggalnya juga terkena namun tidak begitu parah. Kerugian berkisar dua puluh lima juta rupiah,” terang Perbekel Yehembang Kangin, Gede Suardika.

Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI Di Hadiri Waka Polres Badung

Pihaknya juga bersama warga telah bergotong royong sejak pagi membersihkan puing-puing longsoran, termasuk material longsoran yang menutup badan jalan. Namun menurutnya, hanya baru membersihkan pepohonan dan ranting yang tumbang. Sedangkan material tanah belum bisa dibersihkan.

“Kita masih musyawarah untuk langkah penanganan material tanah yang menutup badan jalan. Apakah dibersihkan dengan gotong royong atau bagaimana karena jika menggunakan alat berat agak kesulitan menuju lokasi, terkecuali musim kemarau,” ujarnya.

Baku Tembak Koramil Hitadipa Dengan KSB Papua Kembali Terjadi 

Khusus akses jalan yang putus akibat hujan deras sejak siang hingga tengah malam kemarin, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak BPBD dan istansi terkait. Diharapkan segera mendapat penanganan agar jalan tersebut bisa dilintasi kembali. (Sub/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *