Kapendam IX/Udayana : Pelaporan Kasilog Korem 161/WS ke Polda NTT, Murni Permasalahan Pribadi

Diposting pada

Persindo Denpasar – Terkait permasalahan Bupati Alor Amon Djobo dilaporkan ke Polda NTT dengan nomor LP/B/423/X/RES.1.24/2020/SPKT tanggal 19 Oktober 2020, atas dugaan melakukan penghinaan dan pengancaman terhadap Kasilog Korem 161/Wira Sakti, Kolonel Cpl Imanuel Yoram Dionisius Adoe, S.H., M.Sc.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., dalam rilis tertulisnya pada Rabu (4/11/2020) di Denpasar mengatakan, bahwa laporan yang disampaikan ke pihak Polda NTT tersebut adalah bukan terkait permasalahan antar institusi, tetapi murni permasalahan pribadi antara Amon Djobo yang menjabat sebagai Bupati Alor dengan Kolonel Cpl Imanuel Yoram Dionisius Adoe, S.H., M.Sc., yang menjabat sebagai Kepala Seksi Logistik (Kasilog) Korem 161/Wira Sakti.

Permasalahan tersebut penting untuk ditindaklanjuti, karena kita sebagai bagian dari warga Negara Indonesia yang dinyatakan dalam UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 1 ayat (3) yang berbunyi bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum. Bab X pasal 27 ayat (1) yang menyatakan bahwa segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintah wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Dengan demikian Kolonel Cpl Imanuel Yoram Dionisius Adoe, S.H., M.Sc., yang juga merupakan sebagai bagian dari warga Negara Indonesia perlu mendapatkan perlindungan hukum atas ketidaknyamanan yang dialaminya. “Semoga atas kejadian tersebut dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi kita semua untuk selalu hati-hati dalam segala perkataan dan perbuatannya (bersosial kemasyarakatan)”, jelas Kapendam.

Kita ketahui bersama, permasalahan tersebut telah beredar di beberapa media massa dan bahkan Pimpinan Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara selaku Pangdam IX/Udayana yang membawahi Korem 161/WS tempat Kolonel Cpl Imanuel Yoram Dionisius Adoe, S.H., M.Sc., bertugas sangat menyayangkan peristiwa tersebut sampai terjadi.

Pangdam IX/Udayana saat diwawancarai wartawan di ruang VIP Bandara Eltari Kupang beberapa waktu lalu menjelaskan, bahwa pihaknya/TNI telah berupaya untuk memediasi persoalan tersebut. Bahkan telah memerintahkan Danrem 161/WS Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya serta Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan sebaik-baiknya, namun laporan yang diterima Pangdam bahwa Bupati Alor menutup diri.

Dimana Dandim 1622/Alor melaporkan sudah berupaya menghubungi Bupati Alor dan dari Korem 161/WS juga sudah berupaya untuk bagaimana pelaksanaan pertemuan, namun Bupati Alor tampaknya tidak berkenan. “Sehingga tiada lain, tiada bukan, hal ini harus diselesaikan secara hukum. Upaya hukum itu dilakukan sebagai pembelajaran ke depan agar sebagai pejabat publik untuk tidak melakukan atau mengeluarkan kata-kata dan tindakan yang tidak pantas,” tegas Pangdam.

“Sekali lagi saya sampaikan, bahwa pelaporan yang disampaikan oleh Kolonel Cpl Imanuel Yoram Dionisius Adoe, S.H., M.Sc., terkait permasalahannya dengan Amon Djobo yang menjabat sebagai Bupati Alor ke Polda NTT tersebut. Bukan permasalahan terkait antar institusi, tetapi itu murni permasalahan pribadi, dan sampai saat ini Polda NTT memproses kasus tersebut pada tahap penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi”, tutup Kapendam. (Pendam IX/Udy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *