Wilayah Sarang Bandit Disulap Menjadi Kampung Pink

0
6

Kota Tangerang,Persindonesia.com -Wilayah Tanah Tinggi, Kota Tangerang identik sebagai zona hitam. Yakni marak terjadinya aksi kriminalitas dan peredaran narkotika.

Namun kawasan yang rawan tersebut kini berubah wajah. Lokasi yang dicap sebagai sarang bandit itu kini disulap menjadi Kampung Pink.

Sekda Kota Tangerang, Herman Suwarman melakukan ground breaking dalam pembangunan Kampung Pink itu pada Selasa (3/11/2020). Ia didampingi Kepala Bappeda Kota Tangerang Sugiharto Ahmad Bagja beserta jajaran lainnya.

“Ini program unggulan Pemkot Tangerang untuk membangun kampung – kampung tematik,” ujar Herman saat dijumpai di RW 09 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Menurutnya kampung – kampung tematik ini akan menjadi destinasi wisata. Warga sekitar diperdayakan secara bersama – sama untuk membangun Kampung Pink itu.

“Ini objek wisata baru, sebagai sarana masyarakat untuk berekreasi,” ucapnya.

Kendati demikian Sekda menyatakan harus tetap menjadi protokol kesehatan yang ketat. Terlebih saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Dalam proses pembangunan awal harus disertakan protokol kesehatan. Wajib menggunakan masker, disediakan hand sanitezer dan sarana cuci tangan, serta menjaga jarak,” kata Sekda.

“Nantinya kedepan Kampung Pink ini akan menjadi pilot project dalam pembangunan kampung tematik lainnya di Kota Tangerang,” sambungnya.

Konsep Kampung Pink

Inisiator Kampung Pink, Ibnu Jandi mengungkapkan konsep yang dikedepankan dalam pembangunan kampung tematik ini. Kampung Pink digarap oleh organisasi yang bernama Rumah Kita.

Rumah Kita ini terdiri dari para warga RW 09 Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Mereka tergerak untuk melakukan perubahan.

“Filosofinya Kampung Pink itu baik hati, murah senyum, menjaga etika dan sopan santun. Sesuai warnanya yaitu pink,” ungkap Jandi.

Jandi menyebut pembangunan Kampung Pink dilakukan guna merubah perilaku masyarakat. Sebab di wilayah Tangerang Tinggi ini dikenal sebagai zona hitam.

“Dicap sebagai wilayah bandit. Makanya untuk lebih ke arah perubahan perilaku. Semoga mampu mengangkat derajat masyarakat,” imbuhnya.

Kampung Pink diproyeksikan sebagai objek wisata teranyar di Kota Tangerang. Menyajikan unsur warna pink dengan corak berbagai gambar feminim, sarana mainan anak – anak, penghijauan, kuliner serta kesenian tradisional.

“Untuk mengangkat kearifan lokal. Anak – anak muda di sini ingin mengubah perilaku. Makanya mereka berkarya mau membangun Kampung Pink,” tutur Jandi.

Kedepan Kampung Pink ini dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat. Yakni dengan tumbuhnya pelaku UMKM yang berjualan di lokasi sekitar.

“Ada juga bercocok tanamnya untuk menjaga ketahanan pangan. Dapat dukungan dari Pemkot Tangerang dan sponsor utama yaitu Propan,” bebernya.

Revolusi Mental

Pabrik produksi cat Propan menjadi sponsor utama dalam pembangunan Kampung Pink itu. Lokasi yang luasnya 12,5 hektar dipercantik dengan suasana warna dasar pink.

Ada sekitar 404 unit rumah juga dilakukan pengecatan. Terdiri dari lingkup 4 RT dam 1 RW.

“Kami tertarik dalam pembangunan Kampung Pink ini karena bertujuan untuk revolusi mental,” kata Direktur Propan, Yuwono Imanto.

Disediakan 119 ukuran cat besar setiap wadahnya berisikan 25 kg. Ditambah 328 galon cat 4 kg warna putih dan 328 galon 4 kg warna pink.

“Total 25.000 liter cat kami berikan. Ada juga sejumlah tanaman untuk penghijauan,” ucapnya.

Yuwono menyatakan bahwa revolusi mental ini sesuai dengan kemauan program Presiden RI Joko Widodo. Ia pun tertarik dalam berkontribusi untuk mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih baik.

“Nanti kedepannya kami akan memberi pelatihan kepada para warga. Agar mereka juga mempunyai keahlian untuk bekerja dan mau berubah. Tujuannya demi menciptakan SDM yang tangguh, Indonesia maju,” papar Yuwono.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here