Pelatihan Sadar Wisata, Bang Pur; efect Domino Sektor Pariwisata pembangkit perekonomian Nasional

Diposting pada

Jember, 4 November 2020.

Diperlukan Terobosan dan langkah langkah luar biasa dalam menggerakkan sektor Pariwisata di tengah Pandemi Covid 19. Karena efect Dominonya, Pariwisata dapat menggerakkan sektor lainya, tentunya dengan disertai protokol kesehatan yang ketat. Jangan sampai menjadi cluster baru penyebaran Covid 19. Ungkap H. Muhamad Nur Purnamasidi (Bang Pur) anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, saat membuka acara sekaligus sebagai Keynote speaker Pelatihan Sadar Wisata, Adaptasi kebiasaan Baru dan Potensi pengembangan Produk wisata, Rabu, 4 November 2020 bertempat di Meotel Hotel, Jember.
Pelatihan Sadar Wisata diikuti oleh ratusan peserta terdiri dari perwakilan Pok Darwis (kelompok Sadar Wisata), juga para Kepala Desa yang memiliki destinasi sebagai Desa Wisata.

Lebih lanjut Bang Pur memaparkan bahwa sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi yang menaruh harapan besar dan menjadikan Pariwisata sebagai salah satu prioritas Rencana Kerja Pemerintah dalam kerangka memulihkan perekonomian nasional.

Komisi X DPR RI besama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus melakukan kreasi, mencari formula guna menjadikan Pariwisata tidak sekedar pengungkit, tetapi mampu berperan optimal berposisi sebagai avant gard (Garda Depan) pemulihan ekonomi nasional.

Tentu itu semua bukan merupakan hal yang mudah serta memerlukan sinergitas serta Kerja sama semua pihak.
Lebih jauh, Dalam kaitan pengembangan Pariwisata paling tidak terdapat empat hal yang perlu mendapat perhatian yakni Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Lingkungan. Dan tidak kalah penting adalah mengelola wisata disertai dengan pengembangan produk wisata yang bernilai ekonomi tinggi. Pungkas Bang Pur, dilanjut dengan membuka acara.

Sementara itu, Kemal Akbar, perwakilan dari Kemenparekraf dalam memberikan materi pelatihan cukup menarik dan genuin. Terkait kegiatan wisata yakni bagaimana pengelolaan Toilet di tempat wisata menjadi tidak sekedar sarana penunjang, tetapi harus menjadi kebutuhan dan bagian penting di area lokasi wisata (nusul/agam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *