Untuk Membantu Sesama, Sulinggih dan Pemangku Ikut Mendonorkan Darahnya

Diposting pada

Persindonesia.com Klungkung, Sesungguhnya bermurah hati tidak harus dinilai dengan uang, namun segala bentuk yang telah diberikan dengan ikhlas kepada orang lain dapat disebut kemurahan hati.

Seperti yang dilakukan Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa bekerjasama dengan PMI Karangasem kembali melakukan kegiatan kemanusiaan donor darah setelah sukses pada tanggal 15 Agustus 2020 lalu. Minggu, (22/11).

“Memberikan setetes darah ikhlas kepada sesama, sangat berguna bagi kehidupan,” Tutur Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti didampingi Ketua yayasan Jero Ketut Suryadi, S.T.

Bergotong royong Bersama,Wujud Silaturahmi Babinsa Selat Nasik Bersama Warga

Barisan pendonor darah penuh senyum dari para Pandita ( Sulinggih) dan Pinandita (Jero Mangku) serta masyarakat ini, tampak indah dipandu oleh Medis dan para medis dari PMI Kabupaten Karangasem  dalam menjalani proses donor darah  di wantilan Pura Dalem sebelah Pasraman Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa Desa Adat Pikat, Klungkung.

Adapun 3 Pandita yang mendonorkan darahnya yakni Ida pandita dukuh Celagi, Ida bagawan Viveka Dharma dan Ida Rsi Putra Manuaba serta puluhan Jero Mangku dan Masyarakat.

Ida Pandita Dukuh menuturkan berdana kemanusiaan ditengah covid -19 bagaikan pancoran kecil di musim kemarau, sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Komunitas Sapi Pemula Indonesia (KSPI) Gelar Universary Ke -3 Di Bondowoso “Peternak Kecil Berhak Sejahtera”

“Setetes darah ini dapat menjadi salah satu bentuk kepekaan dan kepedulian kami terhadap sesama”, ungkap beliau usai pengambilan darah oleh petugas

“Kami mengharapkan kegiatan ini terus berlangsung sesuai program Yayasan Padukuhan Sidhi Swasti,” Sebut Pembina Yayasan Ida Pandita Dukuh Celagi.

Tampak para Medis ramah dan santai melayani pendonor, sehingga benar-benar lebih rileks, tidak tegang yang bisa menjadi tekanan darah tidak normal.

Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS 1 Petang, di Hadiri Kapolres Roby

Namun ada juga langkah sedih dan kecewa terlihat pada beberapa wajah pendonor. “Yah, saya ditolak donor, belum memenuhi persyaratan, tekanan darah saya tinggi” ujar salah satu pendonor yang gagal mendonorkan darahnya hari ini.

Adapula dari mereka yang baru pertama kali mendonorkan darahnya, berkeyakinan bahwa darah yang di donorkan dapat membantu serta meringankan beban dari penerima bantuan.

“Awalnya saya takut saat mau ditusuk jarum suntik, tapi keberanian saya timbul dikarenakan saya merasa terpanggil untuk dapat bersumbangsih walaupun hanya dengan sekantung darah saya,” ucap Jero Mangku Putu.

Mantap! Tim Hanoman Sikat 4 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba 

Berbeda dengan Ida Dukuh rutin mendonorkan darah dapat memperpanjang umur, memiliki kesehatan yang baik, kekuatan dan cantikan dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak disebutkan.

Memberikan setetes darah kepada orang lain, pertama orang tersebut akan menjadi sehat, umurnya diperpanjang, memiliki kekuatan dan kecantikan, memiliki relaksasi lebih lama dan lainnya, “Jika ini kita berikan kepada orang lain, bukankah hukum karma mengajarkan kita apa yang kita berikan itu pula yang akan kita terima?” Tutup Beliau. (SDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *