30 Tahun Tinggal Dirumah Tidak Layak Huni, Nenek Di Jayanti Butuh Perhatian Pemkab Tangerang

Diposting pada

Tangerang,Persindonesi.com– Sudah selayaknya usia senja merupakan waktu bagi seseorang untuk menikmati masa tuanya bersama keluarga.

Namun, tidak dengan nenek Sukarmi (73) Tahun, Perempuan yang berusia lanjut ini diketahui tinggal seorang diri tanpa ada keluarga yang menemani.

Dan rumah tempat tinggalnya sangat memprihatikan, jauh dari para tetangga, dan ditengah kebon. Minggu, (29/11/2020).

Ketua Dewan Pembina SAHI DR. Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin Hadir di Puspem Badung

Bahkan, untuk makan sehari-hari nenek Sukarmi (73) hanya bergantung pada belas kasihan para tetangga sekitar.

Jauh dari kehangatan keluarga serta anak cucu, nenek Sukarmi (73) hanya hidup dengan cara sederhana. Bahkan, tidak jarang nenek berusia lebih dari setengah abad ini nampak melamun dalam kesepian dan kesendirian.

Menjalani takdir kehidupan seorang diri, Nenek Sukarmi (73) tahun, hidup sebatang kara di sebuah gubuk sederhana. Meski tinggal seorang diri, wanita lanjut usia di Kampung Cigereung RT.010 RW.003, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang ini tetap tegar menghadapi berbagai cobaan yang silih berganti.

Giring ,Hanya Kecurangan Dan Politik Uang Yang Bisa Mengalahkan Muhamad-Saraswati

Dari mulai membersihkan rumah hingga pekerjaan rumah lainnya pun dikerjakan nenek Sukarmi (73) seorang diri. Padahal, wanita seusianya sudah selayaknya menikmati kehidupan dengan tenang dan damai.

Untuk urusan perut, nenek Sukarmi bahkan bergantung pada belas kasihan dari tetangga sekitar. Nampak satu dua warga sekitar yang tengah memberi sepiring makanan pada wanita paruh baya ini.

Tidak jarang, hawa dingin sering merasuki tubuh nenek tua ini di kala malam hari melalui sela-sela dinding yang sederhana. Bahkan, di beberapa sisi rumah nampak sudah tidak layak untuk dijadikan sebagai rumah bagi wanita usia lanjut ini.

Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Bidang Pendidikan – Bang Pur, Komisi X DPR RI ke Kota Tangerang Selatan Banten

Nenek Sukarmi pun mengungkapkan ketakutannya jika suatu saat rumah yang selama ini ia tinggali tersebut dapat roboh sewaktu-waktu lantaran termakan usia. Dan rapuh.

“ Ya, saya takut roboh, kalau musim hujan pasti ada angin, dan kalau hujan angin saya langsung keluar rumah dan ke masjid, karena takut roboh,” ungkapnya sambil menangis.

Untuk diketahui, Nenek Sukarmi (73) memiliki suami yaitu Abah Asep (78) tahun, suami nenek Sukarmi (73) sudah 20 tahun silam meninggal dunia, karena sakit yang dideritanya. Sedangkan, Anak Pertama Neneng (43) tidak pernah menjenguknya hampir 5 tahun lamanya, sedangkan anak keduanya yaitu Dede (38) merantau ke daerah Jawa timur sudah 18 tahun tidak ada kabar sampai dengan hari ini.

Asah Kemampuan Prajurit, Kodim Badung Gelar Latihan. Menembak

“Semoga saja kedua anak saya bisa peduli dan melihat kondisi saya saat ini, dan saya bisa bertemu kembali dengan kedua anak saya,” tutur nenek Sukarmi.

Tetangga Nenekk Sukarmi Juanda (37) membenarkan, kondisi yang sangat memprihatikan karena rumah yang tidak layak huni ditempati seorang diri oleh nenek tua yang seharusnya mendapatkan bantuan dari Pemerintah ataupun para dermawan.

“Betul, nenek Sukarmi tinggal seorang diri sejak ditinggal suaminya meninggal dunia 20 tahun yang lalu, kemudian memiliki 2 orang anak namun, anaknya pun kurang peduli dengan kondisi dan keadaan orang tuanya saat ini,” ungkapnya.

Asah Kemampuan Prajurit, Kodim Badung Gelar Latihan. Menembak

Perlu diketahui, nenek Sukarmi (73) kesehariannya keliling kampung mencari botol bekas minuman, dan dikumpulkannya untuk di jual, dan hasil dari penjual botol bekas untuk membeli beras, dan lauk pauk untuk di konsumsinya.

Namun, kalau sedang tidak enak badan (sakit), nenek Sukarmi (73) hanya bisa mengandalkan belas kasihan para tetangganya.

Sementara itu, Kepala Desa Pabuaran Suhendi mengaku, pihak desa sudah sering mengusahakan untuk melakukan bedah rumah kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini pengajuan tersebut belum juga terealisasi.

Ribut di Cafe, Tidak Terima Istrinya Bersama Laki-Laki Lain, Pelaku Nekad Bunuh Korban

“Kami sudah mengajukan bantuan bedah rumah, Namun hanya di kasih janji tahun depan. Karena angaran tahun ini fokus dialokasikan ke penanganan Covid-19,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Camat Jayanti Yandri Permana menjelaskan, Intinya, masih banyak sekali kebutuhan untuk bedah rumah, maka secara bertahap saya programkan bedah rumah melalui pagu kecamatan dan saya minta kepada kepala desa juga untuk mulai anggarkan di APBDes mulai tahun 2021.

“Saya juga meminta kepada beberapa perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Jayanti agar menghibahkan dana CSR’nya untuk membangun rumah yang layak huni yang ada di sekitar Kecamatan Jayanti khusunya,” ujarnya.

Selaku Forkopimda Bali, Pangdam IX/Udayana Awali Silaturahmi ke Gubernur Bali

Jayanti berharap, semoga tahun depan rumah yang tidak layak huni di kecamatan Jayanti bisa kita bangun secara bertahap, dan semuanya ini harus diajukan dengan proses sistem.

Pantauan dilokasi wilayah Kecamatan Jayanti, Ternyata masih banyak masyarakat yang susah dan belum tersetuh bantuan dari pemerintah.

Bahkan masih banyak masyarakat Kabupaten Tangerang, dengan hidup serba kekurangan dan kesulitan dan pemerintah hanya diam dan tidak ada respon untuk penangananya.

(M.Sutisna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *