Ketua JPKPN DPC Bondowoso : Saya meminta agar pihak Kepolisian Ungkap Tuntas Kejadian Penganiayaan Yang Diduga Dilakukan Oknum Santri di Ponpes Al Irsyad Bondowoso

Diposting pada
Gambar : Istimewa

Bondowoso, Persindonesia – Terjadinya Penganiayaan dan Penyekapan Santri yang diduga dilakukan oleh oknum santri teman sekamar korban pada hari sabtu (05/12) di Pondok Pesantren Al Irsyad  sangat memprihatinkan dan langsung disikapi oleh Mohammad Agam Hafidiyanto, SH , Ketua JPKP Nasional DPC Bondowoso.

Kejadian tersebut harus diusut tuntas dan perlu untuk menjadi perhatian pihak – pihak berwenang seperti DPRD Bondowoso Komisi Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, KPAI dan Pihak Polres Bondowoso untuk turun tangan dan mengungkap tuntas kejadian yang diduga dalam kasus ini ada indikasi terkesan ditutupi oleh pihak pondok pesantren dari kronologi berita tv yang ditayangkan oleh salah satu stasiun swasta.

Header

“Saya meminta agar kejadian tersebut harus diungkap tuntas agar tidak terjadi lagi kejadian diluar batas kewajaran yang diduga dilakukan oknum santri sampai terjadi penganiayaan dan penyekapan bahkan pembakaran yang dapat mengakibatkan trauma kepada korban dan tentunya adalah kelalaian pihak pondok pesantren” ujar Mohammad Agam (08/12)

Dari informasi yang dihimpun oleh awak media (08/12), korbannya adalah salah seorang santri di Pondok Pesantren Al-Irsyad di Kelurahan Kademangan, Kecamatan / Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, bernama Nayyif (15), warga Kelurahan Kademangan, Kota Bondowoso.

Mengacu kepada UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak berdasar hukum tersebut tentunya dapat diduga adanya pelanggaran  dan juga dapat dipidana berdasarkan Pasal 54 UU 35/2014 yang berbunyi:

(1)  Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.

(2)  Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan/atau Masyarakat

Awak media juga akan terus memantau sejauhmana kejadian ini ditindak lanjuti (Nusul/Suwarso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *