H. Muhamad Nur Purnamasidi DPR RI Fraksi Golkar dalam acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X ke Kota Bogor, Selasa 8 Desember 2020

Diposting pada

Bogor,Persindonesia – 8 Desember 2020
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tentunya membawa pengaruh terhadap kondisi psikologis, emosional dan kognisi para siswa. Hampir satu tahun mereka tidak melakukan interaksi dan proses belajar di lingkungan sekolah. Baru pada bulan Januari 2021 nanti direncanakan akan diterapkan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal ini tentu diperlukan proses adaptasi “kembali’ dengan atmosfir atau suasana belajar di tengan masih pandemi covid 19. Baik berkenaan dengan kedisiplinan, ketaatan serta kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Header

“Perencanaan harus secara cermat dan matang, bila perlu dilakukan simulasi dengan mengatur penjadwalan secara ketat dan bergilir agar standar protokol kesehatan tetap terjaga”, ungkap H. Muhamad Nur Purnamasidi DPR RI Fraksi Golkar dalam acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X ke Kota Bogor, Selasa 8 Desember 2020.

Lebih lanjut Bang Pur menaruh harapan “Para tenaga pendidik/guru sebelum proses kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah dilaksanakan, terlebih dahulu mendapatkan vaksin sebagaimana diterapkan terhadap para tenaga medis. Menurut saya hal ini penting untuk dilakukan agar para guru memiliki imunitas yang lebih sehingga tidak terhinggapi rasa kecemasan yang berlebihan terkait covid 19”,tandasnya.

“Implikasi proses pelaksanaan PJJ yang nantinya akan kembali ke pembelajaran tatap muka diperlukan terobosan dengan menekankan agar para guru melakukan asesmen secara berkala kepada anak didik. Baik asesmen non-kognitif terkait psikologis dan emosional siswa, mapun aspek kognitif menyangkut kemampuan dan capaian siswa selama PJJ. Semua itu dalam kerangka agar ada evaluasi efektifas PJJ sekaligus menjadi dasar pemilihan strategi pembelajaran ke depan agar lebih optimal”, Pungkas Bang Pur.

Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah diperlukan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemic covid 19. Diantaranya dengan membebaskan duru dari tuntutan keharusan Beban kerja 24 jam tatap muka, mempermudah sertifikasi guru dan hal lainnya dengan tanpa mengabaikan mutu, kualitas serta kompetensi yang dimiliki sesuai standar yang berlaku.

Sementara itu, Hetifah Sjaifudian selaku pimpinan rombongan mengatakan Kunker spesifik ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung pelaksanaan PJJ di Kota Bogor. Walikota Bogor Bima Arya menyatakan pemda sudah menyediakan layanan wi fi gratis di setiap kelurahan sebagai sarana penunjang, mendukung kelancaran PJJ. (Agam/Nusul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *