Kodam IX/Udayana Sebar Ribuan Wastafel Untuk Bali-Nusra

Diposting pada

Gianyar Bali –  Pandemi COVID-19 saat ini masih berlangsung. Penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang wajib dilakukan dengan pola 3M sesuai pesan Ibu yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Kesadaran menggunakan masker di kalangan masyarakat menunjukan persentase yang signifikan mencapai 91,80 persen sesuai hasil survey BPS pada Bulan September 2020, sementara kesadaran cuci tangan dan menjaga jarak terjadi penurunan prosentase berdasarkan survey yang sama.

Header

Menyikapinya hal tersebut Kodam IX/Udayana mengambil suatu langkah bijak untuk melakukan sumbangsih berupa tempat cuci tangan untuk Provinsi Bali tercinta srta juga Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan seremonial peresmian pemasangan tempat cuci tangan berupa wastafel tersebut dilaksanakan di Krisna Oleh-Oleh, Banjar Blangsinga, Desa Blahbatuh, Gianyar, Rabu (23/12/2020).

Kepala Staf Korem (Kasrem) 163/Wira Satya Kolonel Inf. Ida Bagus Ketut Surya Wedana yang mewakili Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., saat memberikan sambutan dalam kegiatan “Sumbangsih Kodam IX/Udayana Berupa Tempat Cuci Tangan Untuk Bali Tercinta”, menjelaskan, tempat cuci tangan atau wastafel yang disumbangsihkan Kodam IX/Udayana ini berjumlah 1.000 unit untuk Bali dan Nusra. Dari angka itu, Bali kebagian sejumlah 300 unit tempat cuci tangan tersebut

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud untuk membantu memutus rantai penyebaran COVID-19. Sehingga masyarakat diharapkan lebih disiplin dengan dipasangnya wastafel ini. Masyarakat jadi rajin mencuci tangan, kemudian menghindari kerumuman, menjaga jarak, itu intinya,” katanya kepada awak media yang mengkonfirmasi sesaat setelah meninjau tempat pemasangan dan mencoba tempat cuci tangan tersebut.

Wastafel tersebut kata Kasrem 163/Wira Satya ditempatkan di sejumlah tempat strategis seperti tempat ibadah, daerah tujuan wisata serta fasilitas umum atau publik lainnya.

“Dimana kunjungan ramai, seperti pantai, kemudian pusat oleh-oleh, kemudian tempat ibadah, terminal, pasar-pasar tradisional, kemudian fasilitas olahraga yang terbuka, yang bebas, itu kita prioritaskan,” ujarnya didampingi CEO Krisna Olehi-Oleh, I Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna.

Selain wastafel, Kodam IX/Udayana bersama pelaku usaha di Bali juga membagikan 4.900 masker dan hand sanitizer kepada masyarakat di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar.

CEO Krisna Oleh-Oleh Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna pada kesempatan yang sama menyambut baik inisiasi Kodam IX/Udayana dalam menyebar pemasangan wastafel di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Sebagai pengusaha, dirinya mengaku siap berkolaborasi dengan seluruh instansi pemerintah termasuk Tentara Nasional Indonesia, utamanya dalam memutus rantai penularan virus corona.

“Saya sangat setuju, apalagi kita selalu berkolaborasi dengan TNI dari dulu sampai sekarang. Terutama dimasa Pandemi COVID-19 ini memang satu-satunya yang sudah boleh bebas dikunjungi ya Krisna Oleh-Oleh. Karena di seluruh Krisna Oleh-Oleh protokol kesehatan sudah kita terapkan dengan disiplin”, ucapnya.

“Bahkan Bapak Pangdam IX/Udayana pernah datang langsung ke Krisna Oleh-Oleh untuk mensurvey dan melihat bagaimana protokol kesehatan yang kami terapkan,” pungkasnya.    Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *