Objek Wisata Kolbano Makin Ramai Dikunjungi Masyarakat

Diposting pada

Timor Tengah Selatan(TTS).Persindonesia.Com Perkembangan objek wisata di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) makin menggeliat khususnya di objek wisata Pantai Kolbano. Pantai Kolbano salah satu dari objek wisata di kawasan wisata menjadi daya tarik baru yang akan dikembangkan Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Header

Salah seorang pengunjung yang ditemui awak media di objek wisata itu mengakui kalau Pantai Kolbano makin ramai dikunjungi wisatawan, meski masih banyak hal yang masih perlu ditata di kawasan itu. “Memang pantai Kolbano ini menjadi salah satu pantai yang akan dikembangkan menjadi objek wisata yang memberikan nuansa pemandangan laut yang menyenangkan para wisatawan,” ujar Kak Yan kepada wartawan,kemarin.

Sepanjang pantai dan disebelahnya pemandangan pegunungan hijau menjadi daya tarik tersendiri selain objek wisata lainnya seperti air terjun Oe Hala, Oe Tune, Oe Tuke sudah ada dermaga, restaurant dan penginapan. Kak Yan mengakui sangat optimis bisa maju namun sarana transportasi yang perlu mendapat perhatian pemerintah Soe. Sepanjang jalan dari Batu Putih menuju Kolbano perlu adanya tanda rambu lalu lintas karena medan yang banyak tanjakan, tikungan tajam dan agak sempit. Menurut Kak Yan jalan menjadi sempit karena adanya gerusan tebing yang menutup marka sehingga mengganggu kenyamanan wisatawan yang lewat di jalur itu. Apalagi musim hujan jalan akan semakin lincin, tanjakan dan menutupi badan jalan karena longsoran tebing.

Kak Yan, menyebutkan apalagi malam hari harus ada penerangan jalan yang dibuat di sepanjang jalan untuk memberikan penerangan bagi wisatawan dan masyarakat yang melintas di kawasan itu. Untuk lebih menyempurnakan program pengembangan daerah Kolbano sebagai objek wisata perlu dukungan dari semua pihak termasuk daerah tetangganya Kabupaten Malaka. “saya yakin pasti akan semakin ramai wisatawan yang berkunjung ke daerah itu,” ujar Kak Yan.

Menurut Kak Yan, di Kolbano ada objek batu di pantai yang mirip wajah manusia, sehingga masyarakat setempat menjadikan batu itu sebagai objek foto selfi dan foto keluarga. Keunikan itu bisa dikemas oleh fotografer lokal sehingga tidak perlu harus dekat ke batunya. “Ini memang unik batunya, oleh anak muda bisa dibuat menjadi foto artistik yang menarik,” ujar Kak Yan usai berfoto bersama keluarganya di Pantai Kolbano.        Sud/.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *