Risna Gantung Diri di Pelinggih Merajan Pasek Dangka

Diposting pada

Persindonesia.com Tabanan Pupuan – Warga Dinas Padang Kelod dihebohkan dengan meninggalnya salah satu warga bernama I Nengah Risna Br. Dinas Padangan Kelod,  Desa Padangan,  Kec. Pupuan, Kab. Tabanan denga cara gantung diri. Jumat 25 Desember 2020

I Nengah Risna mengakhiri hidupanya dengan cara gantung diri bertempat disalah satu Altar Pemujaan (Pelinggih) ditengah Merajan Pasek Dangka.

Ketua Forkomwil Puspa Provinsi Bali Baksos PKDRT

Diketahui korban bersama istrinya sedang tidur pada hari Jumat 25 Desember 2020 sekira pukul 02.00 wita, korban bangun lalu pergi dsri rumahnya dan tidak kembali lagi

Menurut penuturan salah satu warga I Kadek Darma Juliarta, dirinya hendak membeli minuman sambil menunggu di tempat pengumpulan kelapa, tanpa sengaja dirinya melihat korban di Pura Merajan Pasek Dangka.

Update Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Positif Bertambah 26 Orang Dan Sembuh Sebanyak 27 Orang

Dirinya mengira korban sedang tidur, namun setelah dilihat teliti, dirinya melihat ada tali yang melilit leher korban dan terikat sampai tiang salah satu pelinggih, akibat kejadian tersebut dirinya langsung memanggil orang sekitar.

Setelah didekati ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, setelah di cek kondisi korban oleh Bidan Bu Priska memwng sudah meninggal dunia, atas kejadin tersebut dirinya langsung menghubungi perangkat desa dan Bhabinkamtimas.

Peringatan Hari Relawan PMI : Korp Suka Rela PMI Kota Jaksel Serahkan Penghargaan

Menurut penuturan warga disekitar awak media mendafkan info bahwa anak laki-lakinya ingin nyentana, istri korban juga sedang sakit, diduga korban stres dan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *