Ageng : Hadiah Terburuk Di Awal Tahun Baru 2021 Untuk Masyarakat Tamanan Adalah Banjir”

Diposting pada

Bondowoso, Persindonesia – Banjir  yang terjadi di desa Tamanan merupakan suatu kondisi di mana terjadi luapan air yang berlebih yang mengakibatkan terendamnya jalan – jalan diwilayah tersebut, “Agar dipahami, banjir ya terjadi disini adalah air dalam volume besar yang merupakan aliran air yang tidak dapat tertampung lagi oleh gorong – gorong, selokan aliran air, dan saluran akibat hujan lebat yang terus menerus sehingga dapat menyebabkan luapan, apalagi saat ini dimusim penghujan” tutur Ageng, Ketua JPKPN PAC Tamanan.(01/01/2021)

Menurut Ageng, “Salah satu masalah sosial yang terjadi di tamanan terkait dengan luapan air yang terjadi saat ini adalah sampah. Masalah sampah ini sangat mengganggu terutama jika tidak dikelola dengan baik”(01/01/2021)

Bagi masyarakat pedesaan, sampah mungkin belum menjadi masalah serius. Namun, tidak demikian dengan masyarakat yang tinggal di kota atau di daerah padat penduduk. Masyarakat kota dan daerah padat penduduk menghasilkan banyak sekali sampah akibat banyaknya proses produksi dan konsumsi di kota.

“Nah, disinilah seharusnya Pemerintah harus hadir dan wajib ikut andil, terutama yang diwakili oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan yang bertanggung-jawab dalam mengelola sampah. Sampah yang menumpuk dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular seperti muntaber, penyakit kulit, dan gangguan pernapasan, apalagi dimasa Pandemi Covid-19.

Masalah lain yang berkaitan dengan sampah juga adalah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dan menjadi limbah yang dibawa aliran air akibat luapan air yang membanjiri jalan – jalan di desa Tamanan” ujar Ageng, Ketua JPKPN PAC Tamanan. (01/01/2021)

Seperti yang dirilis sebelumnya oleh awak media Persindonesia, Ageng telah mencoba memberikan kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk menjada kebersihan, seperti yang dikatakannya “Inilah yang saya kuatirkan, mengapa saya menekankan awali Tamanan dengan masalah SAMPAH, agar tidak terjadi yang namanya banjir yang berdampak bagi masyarakat Tamanan, dan karena itu saya meminta agar pihak instansi terkait serta para wakil rakyat benar benar memperhatikan kami, sebagai Pemerintah dan Dewan yang kami percayai sebelumnya” sahut Ageng saat berada di kantor JPKPN DPC Bondowoso.(01/01/2021)

“Luapan ini merupakan Hadiah Terburuk yang kami terima di Awal Tahun Baru 2021” ungkap Ageng (Nusul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *