LSM PNN Tuding Pemberantasan Korupsi Di Tangsel Nihil Hanya Retorika

Diposting pada

Tangerang Selatan,Persindonesia.com-Penindakan hukum tindak pidana korupsi di Kota Tangerang selatan (Tangsel) dituding Lembaga Sosial Masyarakat Perkota Nusantara Nasional (LSM PNN) Tangsel  berjalan ditempat, Pencegahan dan penindakan dinilai Hanya slogan,Aparat Penegak hukum (APH)  disebut tabu dalam menindak pelaku korupsi.

Sekretaris jenderal LSM PNN, Puji Iman Jakarsih mengungkapkan,bahwa tindak pidana Korupsi  menjadi  isu yang hangat dalam masyarakat Banten terutama Tangerang Selatan namun dalam penyelesaiannya dinilai  belum terlihat hasilnya.

Header

” Hampir disetiap sudut kumpulan orang, selalu mengupas topik hangat serupa yakni meluasnya tindakan korupsi di Kota Tangerang Selatan dari masalah investasi PT PITS, Menara Pandang, Gedung Galery sampai kasus Cipecang, Kemana aparat penegak hukum dari yang bersifat Pengawasan, pencegahan maupun penindakan  semua nihil,” ucap pria yang akrab di sapa Puji kepada wartawan, Rabu (30/12/2020)

Masih katanya, Banyak LSM yang kritis terhadap aksi korupsi  hingga membuat laporan kepada APH namun puji menilai belum ada tindakan pencegahan dan penindakan kongkrit yang dilakukan oleh APH terkait.

” Wajar saja indonesia menempati  urutan ke 6 Sebagai negara terkorup dari 133 negara, rating ini berarti Indonesia sudah sejajar dengan negara seperti Angola, Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, Georgia, Tajikistan dan
Turmenistan Negara surganya para koruptor 2004.

Apakah Tangsel nenjadi Surga Para koruptor? tanya Puji. ” Yang seakan kebal dari hukum dan bebas melakukan tindakan melawan hukum dengan memperkaya dan penyalahgunaan jabatan hingga wewenang,” timpal Puji

Puji juga menyebutkan harus ada manajemen penindakan kejahatan korupsi yaitu dengan mekanisme dan manajemen pemberantasan korupsi

” Manajemen pemberantasan korupsi adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen ke dalam usaha memberantas korupsi. Menurut
G.R. Terry (dalam Manulang 2002),” kata puji  menjelaskan.

Dari sekian banyak kasus di Tangsel puji mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus yang sudah di lakukan APH.

“Coba kalian tanya kepada Kejari Kota Tangerang Selatan bagaimana manajemen Pemberantasan Korupsi,
Sudah berapa kasus korupsi yang sudah ditangani oleh pihak kejaksaan dan berapa orang yang ditetapkan Jadi tersangka kasus korupsi.” tanya Puji geram.

Semenjak berdirinya Tangsel yang sudah hampir satu dasawarsa  penanganan kasus-kasus korupsi di tuding puji hanya sebatas retorika semu,

“Hampir satu dasawarsa Tangsel berdiri penanganan kasus-kasus di Tangsel hanya sebatas retorika semu,Yang paling heboh hanya saat ketua MK Akil Mochtar terkena OTT dan itu pun diluar Tangsel peristiwanya saat tertangkap,” tandas Puji

(by)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *